Sabtu, 05 Mei 2018 23:33 WITA

Presiden Iran Kritik Larangan untuk Telegram

Editor: Andi Chaerul Fadli
Presiden Iran Kritik Larangan untuk Telegram

RAKYATKU.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani  telah mengkritik larangan baru-baru ini di aplikasi perpesanan paling populer di negara itu, Telegram, mengatakan keputusan pengadilan tidak didukung oleh pemerintahannya.

Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (5/5/2018), dalam posting di Instagram, Rouhani mengklarifikasi pada hari Jumat bahwa pemblokiran Telegram tidak dipaksakan oleh pemerintahnya dan bahwa dia tidak menyetujuinya.

Pada 30 April, pengadilan Budaya dan Media negara memerintahkan perusahaan telekomunikasi untuk memblokir aplikasi, yang memiliki sekitar 40 juta pengguna di negara tersebut.

Kritik telah menuduh itu mengancam keamanan nasional Iran dan juga memungkinkan pengunjuk rasa anti-kemapanan untuk mengatur.

loading...

"Jika keputusan telah dibuat untuk membatasi atau memblokir komunikasi orang-orang, pemilik sebenarnya dari negara ini, yang merupakan orang-orang, harus dimasukkan dalam membuat keputusan seperti itu," kata Rouhani. 

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa penyumbatan itu "berlawanan dengan demokrasi".

Loading...
Loading...