Jumat, 04 Mei 2018 13:42 WITA

Soni Sumarsono Ogah Urus Reklamasi CPI

Penulis: Azwar Basir
Editor: Mulyadi Abdillah
Soni Sumarsono Ogah Urus Reklamasi CPI
Soni Sumarsono

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono sepertinya tidak akan melanjutkan pembangunan reklamasi di kawasan Centre Point Of Indonesia (CPI). Soni lebih memilih memberikan Gubernur Sulsel terpilih untuk melanjutkan pembangunan reklamasi CPI.

"Biarkanlah Gubernur baru yang akan menyelesaikannya atau melanjutkannya," ujar Soni Sumarsono, Jumat (4/5/2018).

Soni melanjutkan, dirinya selama menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulsel tidak memiliki urusan untuk melanjutkan reklamasi CPI tersebut yang berada di kawasan Pantai Losari.

"Saya tidak ada urusan dengan reklamasi CPI apakah dilanjutkan atau tidak dilanjutkan, yang jelas regulasi harus dibahas dulu. Reklamasi salah satu step setelah semua regulasi jelas sama seperti dengan yang di Jakarta," kata Soni.

Namun, menurutnya yang paling utama harus diselesaikan untuk melanjutkan reklamasi tersebut yaitu Perda yang membahas tentang reklamasi, serta menyelesaikan seluruh persyaratan yang ada agar tidak ada permasalahan kedepannya.

"Perda-perda zonasi harus diselesaikan dulu, persyaratannya juga harus diselesaikan. Salah satunya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)  juga harus selesai dulu. Jadi bukan ngomong dilanjutkan atau tidak dilanjutkan, aspek regulasinya itu yang harus diselesaikan dulu," jelasnya.

Soni pun memberikan contoh tentang reklamasi yang ada di negara lain. Menurutnya, reklamasi di negara lain tidak dilanjutkan begitu saja, akan tetapi reklamasi tersebut telah selesai semua regulasinya dan dapat memberikan kepada masyarakat. 

"Reklamasi dilanjutkan di negara lain juga tidak masalah tapi harus komitmen dengan melestarikan lingkungan dan memberikan benefit kepada masyarakat bukan reklamasi itu sebagai metode yang salah," tuturnya.

"Tapi reklamasi yang tidak mensejahterakan rakyat, reklamasi yang tidak berwawasan lingkungan yang salah, untuk itulah saya tidak ngomong dulu reklamasi tapi saya mendorong supaya Perda-perda dan aturan yang ada dilanjutkan dulu," tutupnya.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel telah menetapkan kembali lokasi reklamasi seluas 12,11 hektar sebagai pengganti tanah tumbuh. Lahan reklamasi yang baru tersebut akan di tempatkan di sekitaran daerah tanjung.