Kamis, 03 Mei 2018 15:52 WITA

Pembayaran Listrik Jadi Prabayar, Wabup Soppeng Minta PLN Pikir Dampaknya

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pembayaran Listrik Jadi Prabayar, Wabup Soppeng Minta PLN Pikir Dampaknya

RAKYATKU.COM, SOPPENG - Wakil Bupati Soppeng Supriansa membuka sosialisasi ketenagalistrikan dan listrik prabayar yang dilaksanakan PT PLN (Persero) area Parepare bersama Pemerintah Kabupaten Soppeng di Kantor Gabungan Dinas Pemkab Soppeng, Kamis (3/5/2018).

Sosialiasi tersebut bertujuan untuk menjelaskan kepada para peserta yang hadir tentang proses pergantian listrik pasca bayar menjadi listrik prabayar, yang rencananya akan diterapkan diseluruh pelanggan yang disubsidi oleh pemerintah.

Menanggapi hal tersebut Supriansa mengatakan, pentingnya listrik bagi masyarakat sangat besar, bahkan hampir seluruh kebutuhan saat ini menggunakan listrik.
Terkait dengan adanya pengalihan listrik rumah tangga menjadi listrik prabayar bagi penerima subsidi maka Supriansa mengimbau PLN untuk meninjau dampak yang akan ditimbulkan dengan kebijakan ini.

"Pengalihan ini akan menimbulkan dampak atau persoalan di tengah masyarakat umum dikarenakan beberapa faktor salah satunya adalah pada saat isi ulang voucher listrik, kita membeli vocher Rp100.000 tapi isinya cuma Rp75.000 yang tentunya merugikan masyarakat," ujar Supriansa.

Lanjutnya, jika hal ini dibiarkan maka akan membuat merasa curiga jika sistem listrik prabayar ini hanya bertujuan untuk kepentingan bisnis belaka. 

"Selain itu ada beberapa masalah yang akan timbul nantinya, seperti susahnya isi ulang bagi masyarakat terpencil saat akan mengisi ulang voucher karena lokasi yang penjualan voucher yang tak bisa bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat," kata dia.

Supriansa mengharapkan PLN dapat memberikan solusi cerdas terkait permasalahan yang akan timbul bila pengalihan ini dilaksanakan.

Sementara itu, Manager PLN Parepare, A Rosdian mengatakan, hal ini ditempuh, terutama masyarakat yang tinggal dipelosok seringkali menunggak pembayaran listriknya, dikarenakan letaknya yang jauh dan susah dijangkau petugas.

"Kalau menggunakan listrik pintar (prabayar) maka lebih efeisin dan hemat dan tidak takut pemutusan listrik oleh PLN,” ungkapnya.

Tags