Kamis, 03 Mei 2018 15:49 WITA

Ketua RT Cabuli Keponakan Sendiri, Modusnya Beri Kue

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Ketua RT Cabuli Keponakan Sendiri, Modusnya Beri Kue
Ilustarsi.

RAKYATKU.COM - Seorang pria berinisial ST (44), ditetapkan sebagai tersangka karena tebukti mencabuli keponakannya sendiri. Dari pengakuan ST, ia mencabuli korban inisial SF (7) saat bermain di rumahnya di Dukuh Karangan Gang 6, Kecamatan Wiyung, Surabaya.

"Rumah korban bersebelahan dengan tersangka. Sedangkan korban sering bermain ke rumah tersangka," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan.

Tersangka, kata Rudi, melakukan pencabulan dengan cara mencium bibir korban kemudian memasukan jarinya ke alat vital korban. "Setelah melakukan pencabulan, tersangka ST selalu memberikan kue kepada korban," jelasnya dilansir laman Suara, Kamis (3/5/20180.

Di depan penyidik, tersangka mengaku pencabulan yang dilakukan terhadap keponakannya tersebut, sudah dilakukan sebanya 10 kali. Hal itu baru terungkap, setelah korban merasa kesakitan saat kencing. Korban pun mengeluhkan hal itu ke orangtuanya.

Merasa curiga, orangtua korban mendesak anaknya untuk bicara. Korban yang masih duduk di bangku SD ini mengaku, tempat yang biasa digunakan untuk kencing dipegang oleh pamannya. Mendengar itu, orangtua korban langsung lapor ke kantor polisi Polsek Wiyung, Surabaya.

Sebelumnya, seorang Ketua RT 4, RW 3, Dukuh Karangan, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, diamankan polisi dari unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Pasalnya, Ketua RT berinisial ST (44), warga Dukuh Karangan Gang 6, Kecamatan Wiyung tersebut diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD).