Sabtu, 28 April 2018 15:02 WITA

Fakta Unik Jalan Taman Amir Hamzah, Lokasi Sekber Gerindra-PKS

Editor: Abu Asyraf
Fakta Unik Jalan Taman Amir Hamzah, Lokasi Sekber Gerindra-PKS
Ketum Gerindra Prabowo Subianto memberi sambutan pada peresmian Sekber Gerindra-PKS di Jalan Taman Amir Hamzah, Jumat malam (27/4/2018).

RAKYATKU.COM - Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat sekretariat bersama (Sekber). Lokasinya di Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng. Ternyata lokasi ini punya sejarah melahirkan para pemimpin.

Fakta itu diungkap Prabowo Subianto saat menghadiri peresmian Sekber Jumat malam (27/4/2018).

"Rupanya ini jalan yang bersejarah. Dulu kakek saya di sini nomer 10 di situ. Kemudian Gus Dur orang tuanya juga di sebelah sana nomer 8. Banyak tokoh tokoh republik ada di sini dulu. Saya waktu kecil di sini," kata Prabowo sambil menunjuk.

"Dan yang di ujung di situ dulu Presiden AS Obama besar di situ. Jadi ini jalan rupanya banyak melahirkan presiden-presiden," lanjut Prabowo yang disambut teriakan takbir dari hadirin.

Prabowo berharap, Sekber melahirkan solusi bagaimana ekonomi negara nantinya bisa berpihak pada kesejahteraan rakyat. 

"Kita ingin yang terbaik untuk rakyat kita. Kita sudah memberi peringatan, sudah bertahun-tahun memberi peringatan bahwa sistem ekonomi yang dijalankan republik Indonesia berada di jalan yang salah. Kita meninggalkan UUD 1945. Kita meninggalkan pasal 33 karena itulah kekuatan kekayaan Indonesia tidak ada di Indonesia. Karena ini semua adalah semu," tegasnya.

Prabowo juga menyebut kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang dalam keadaan darurat. "Kita dalam keadaan rawan. Dan untuk itu perlu diadakan gerakan demokrasi untuk memperbaiki ini. Dan kita ingin melakukan gerakan itu secara konstitusional secara hukum, secara damai, serta lahir gagasan secara santun," ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga politikus Gerindra, Sandiaga Uno menyebut Sekber itu sebagai rumah rakyat. Dia berharap jadi wadah mencari solusi hal-hal yang terkait bidang ekonomi. "Sehingga rakyat bisa berdiri di kaki sendiri," kata Sandiaga.

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS Sohibul Iman juga diundang dalam acara itu. Namun, keduanya berhalangan. Zulkifli Hasan hanya diwakili Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais. Sementara Sohibul diwakili Abdul Hakim.

"Saya setuju ini menjadi tempat diskusi untuk kebaikan negeri. Misal dalam satu kurun seminggu saja, dolar tembus menjadi Rp14 ribu. Surat utang negara sudah tidak laku. Ini bukti realitas masalah ekonomi yang harus disikapi seluruh anak bangsa," ujar Hanafi Rais.

Sementara Wasekjen DPP PKS Abdul Hakim secara tegas menyatakan, partainya mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di 2019. "Ini rumah rakyat yang Insya Allah menuju kebaikan bagi Indonesia nantinya. Dan kita mulai dengan slogan 2019 ganti presiden. Hidup Pak Prabowo," ujarnya.