Jumat, 27 April 2018 10:24 WITA

Gerindra dan PKS Resmikan Sekber, Patenkan Paket Prabowo-Aher?

Editor: Abu Asyraf
Gerindra dan PKS Resmikan Sekber, Patenkan Paket Prabowo-Aher?
Prabowo Subianto bersama Ahmad Heryawan dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Partai Gerindra dan PKS meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber), hari ini, Jumat (27/4/2018). Mungkinkah ini pertanda paket Prabowo Subianto-Ahmad Heryawan sudah mantap menuju Pilpres 2019?

Berdasarkan informasi yang diperoleh Rakyatku.com, peresmian sekretariat itu akan berlangsung di The Kemuning, Menteng, Jakarta. Acara itu rencananya dihadiri langsung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman.

Anggota Badan Komunikasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga akan hadir. Sandiaga ditunjuk sebagai ketua tim penjaringan cawapres untuk Prabowo.

Peresmian Sekber tersebut kian menegaskan kemungkinan Prabowo menggandeng Ahmad Heryawan (Aher) pada Pilpres 2019. Dari dua kader PKS yang menonjol, Aher lebih memungkinkan didorong PKS dibandingkan Anis Matta.

Namun, Andre membantah. Menurutnya, posisi cawapres masih cair. Masih harus dibicarakan dengan parpol koalisi. Apalagi, Gerindra juga masih menunggu PAN bergabung.

"Kalau cawapres itu akan dibicarakan oleh Pak Prabowo bersama pimpinan parpol koalisi," jelas Andre.

Menurut dia, pendirian Sekber adalah bagian dari kelanjutan pembicaraan di Meradelima. "Kan kesepakatannya sudah hampir matang. Sekretariat bersama, yang menunjukkan PKS dan Gerindra solid. Intinya itu posko pemenangan Pak Prabowo jadi capres 2019. Rumahnya PKS dengan Gerindra," lanjut dia.

Tanggapan PAN

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengaku sudah mengetahui rencana peresmian sekretariat bersama Gerindra-PKS untuk Pemilihan Presiden 2019. Dia mengaku sudah mendapat kabar sejak dua pekan yang lalu.

Dia menegaskan, pembentukan Sekber tersebut bukan berarti dua partai itu meninggalkan PAN. "Justru teman-teman Gerindra dan PKS menghormati PAN yang belum melaksanakan Rakernas sebagai proses internal partai dalam menentukan arah politik kita di tahun 2019," tandas Eddy.