Kamis, 26 April 2018 16:40 WITA

Darah Haid Selamatkan Wanita Ini dari Pemerkosaan di Taksi Online

Editor: Aswad Syam
Darah Haid Selamatkan Wanita Ini dari Pemerkosaan di Taksi Online
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Seorang wanita bernama Sansan, nyaris jadi korban pemerkosaan dan perampokan saat menumpang taksi online. Pelaku berjumlah tiga orang. 

Namun, wanita berusia 20 tahun itu selamat. Pasalnya, saat itu dia tengah menstruasi, sehingga menciutkan nafsu bejat para pelaku. 

"Mobil tidak dimodifikasi, namun kaca belakang, samping dan depan sangat gelap. Orang dari luar tidak bisa melihat. Para pelaku sempat berencana memperkosa korban. Namun tidak jadi karena korban saat itu dalam keadaan menstruasi. Jadi, pelaku mengurungkan niatnya," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Hengky Haryadi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, sebagaimana dilansir krimonologi, Kamis, (26/4/2018).

Karena gagal memperkosa Sansan, kawanan perampok yang masing-masing terdiri atas Lidi (27), Suherman (24) dan Apriandi (24) itu, akhirnya hanya menggasak harta benda korban berupa uang sebesar Rp400 ribu, kartu ATM, dan telepon seluler. 

Lebih lanjut, Hengky menambahkan, usai menguras harta benda korban, pelaku tidak langsung melepaskan korban. Melainkan oleh para pelaku, korban diajak berputar-putar terlebih dahulu selama tujuh jam, sebelum akhirnya diturunkan di kawasan Duri Selatan, Kosambi, Jakarta Barat.

Menurut Hengky, modus yang digunakan pelaku saat beraksi yakni dengan berpura-pura menjadi sopir taksi online Grabcar. Saat itu, tersangka Lidi yang diam-diam meminjam akun ayah tirinya mendapat order dari penumpang yang ternyata wanita bernama Sansan di Duri Selatan 6, Komplek Setia Masa, Tambora Jakarta Barat, pada Senin, 23 April 2018 sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat mengetahui mendapat order itulah, Lidi tanpa pikir panjang melakukan aksi kejahatannya. Lidi memerintahkan dua rekannya, Suherman dan Apriandi, untuk bersembunyi di bagasi mobil Karimun milik ayah tirinya bernomor polisi B 2353 BZB. 

Loading...

"Jadi, mobil dan akun grab itu milik ayah tiri tersangka Lidi, si otak pelaku. Lidi pinjam mobil ketika ayah tirinya sedang tidur," katanya.

Ketika sampai di lokasi penjemputan, korban Sansan tanpa curiga langsung menaiki mobil yang dikendarai pelaku. Sementara dua pelaku lainnya yang bersembunyi di belakang kursi yang diduduki Sansan, langsung melancarkan aksinya dengan membekap korban ketika mobil sudah dalam keadaan berjalan. 

Saat ini, polisi telah mengamankan ketiga pelaku tersebut. Seorang pelaku yang juga otak perampokan bernama Lidi akhirnya tewas, setelah mencoba menabrak polisi saat akan ditangkap. Sementara dua pelaku lainnya Suherman (24) dan Apriandi (24) telah ditangkap di Gudang Kardus yang terletak di Jalan Vika Mas Tengah, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu, 25 April 2018 sekitar pukul 22:00 WIB.

"Dua pelaku juga kami beri tembakan di kaki karena pada saat akan ditangkap mencoba melawan petugas,” ujar Hengki. 

Akibat perbuatannya, kedua pelaku yang masih hidup dikenakan Pasal berlapis antara lain Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Lalu Pasal 285 jo 53 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Loading...
Loading...