Kamis, 26 April 2018 11:34 WITA

Nasib Proyek Peninggalan SYL Ini di Tangan Soni

Editor: Aswad Syam
Nasib Proyek Peninggalan SYL Ini di Tangan Soni
Bendungan Passelloreng di Wajo, menanti kebijakan anggaran dari Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sejumlah proyek besar di Sulsel belum rampung, pasca Syahrul Yasin Limpo menanggalkan jabatannya sebagai Gubernur Sulsel dua periode, dan beralih kepada Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono per 8 April kemarin.

Otomatis proyek besar yang belum rampung tersebut, akan ditentukan nasibnya di tangan Soni Sumarsono. Namun, selama tiga minggu menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono belum membahas proyek-peroyek besar tersebut.

Salah satu proyek besar yang menjadi perhatian masyarakat Sulsel saat ini pasca di tinggal oleh SYL yaitu mega proyek stadion Barombong. Sebab, Stadion Barombong digadang-gadang akan menjadi stadion bertaraf internasional dan menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel.

Soni Sumarsono mengatakan, proyek stadion Barombong tersebut akan terus dilanjutkan pembangunannya. Namun, persoalannya sekarang Stadion Barombong masih kekurangan anggaran mencapai Rp300 miliar.

"Proyek stadion Barombong harus dituntaskan, setidaknya menuju proses percepatan penyelesaian," ujar Soni.

Namun, terkait dengan persoalan kekurangan anggaran, Soni mengungkapkan, pihaknya harus mempelajari terlebih dahulu bersama dengan Bappeda Sulsel.

Proyek strategis selain Stadion Barombong, adalah Masjid 99 Kubah yang dibangun di atas tanah reklamasi. Juga pembangunan Centre Poin of Indonesia (CPI) yang belum ditetapkan oleh Soni Sumarsono apakah tetap memberikan izin kelanjutan pembangunan atau tidak.

"Kita akan pelajari terlebih dahulu," kata Soni.

Selain tiga proyek tersebut, salah satu proyek yang belum selesai dan sampai saat ini belum mendapatkan jalan keluar terkait permasalahan yang sudah setahun terakhir bersoal, yaitu Middle Ring Road (MRR).

Dari tahun 2017 pembangunan proyek MRR tersebut terbentur pada permasalahan pembebasan lahan. Ada 28 bidang tanah yang harus dibebaskan namun, belum juga rampung sampai saat ini.

Di akhir masa jabatan SYL, ia telah menurunkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), BBPJN XIII Makassar dan Pemkot Makassar.

Selain itu, proyek-peroyek di Sulsel yang belum rampung dan akan ditentukan nasibnya di tangan Soni Sumarsono yaitu, Bendung Baliase di Lutra, Bendungan Karangloe di Jeneponto,  Bendung Passelloreng di Wajo dan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, serta pembangunan jalan By Pass Mamminasata.