Rabu, 25 April 2018 01:00 WITA

Siapa Sangka, Uranus Adalah Planet Beraroma Kentut

Editor: Fathul Khair Akmal
Siapa Sangka, Uranus Adalah Planet Beraroma Kentut
Foto: amazine.co

RAKYATKU.COM - Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy, para peneliti menunjukkan bahwa awan-awan di planet Uranus mengandung hidrogen sulfida, gas yang membuat kentut memiliki aroma busuknya.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Patrick Irwin, ahli fisika dari University of Oxford di Inggris, berhasil mengungkap kandungan dari awan tersebut berkat bantuan teleskop inframerah yang disebut Near Infrared Integral Field Spectrometer (NIFS). Teleskop ini terletak di Obesrvatorium Gemini, Hawaii, AS.

Mereka mempelajari pantulan sinar Matahari dari salah satu daerah di permukaan uranus yang berawan dan menemukan adanya hidrogen sulfida.

"Meski apa yang kita coba deteksi tak begitu terlihat, tapi berkat kepekaan dari NIFS di Gemini dan juga kondisi di Maunakea kami bisa melakukannya," ujar Irwin dikutip dari kumparan.com.

Hasil temuan ini menyelesaikan perdebatan yang telah lama terjadi di bidang astronomi, terkait hidrogen sulfida atau amonia yang paling mendominasi di awan Uranus.

Selain itu, penemuan ini juga membedakan Uranus dengan planet gas lainnya di tata surya kita, seperti Jupiter dan Neptunus. Kedua planet tersebut memiliki kandungan amonia di atmosfernya tapi tidak memiliki hidrogen sulfida di awan-awan mereka.

Penemuan ini juga dapat memberikan petunjuk atas komposisi planet Neptunus yang mirip Uranus namun terletak lebih jauh dari Bumi, dan juga kita bisa mempelajari bagaimana tata surya tempat tinggal kita ini terbentuk.

"Saat tata surya kita terbentuk, keseimbangan antara nitrogen dan sulfur (berikut amonia beserta hidrogen sulfida) ditentukan oleh temperatur serta lokasi dari planet itu," jelas Leigh Fletcher, peneliti dari University of Leicester di Inggris.

Jadi planet seperti Saturnus dan Jupiter memiliki kemungkinan terbentuk dengan cara yang berbeda dari Uranus serta Neptunus.

Sebenarnya awan-awan di Uranus telah lama diobservasi, namun komposisinya sangat sulit untuk ditentukan. Uranus diketahui punya metana di atmosfer, yang membuatnya terlihat berwarna biru.

Planet ini juga diketahui ada hidrogen dan helium saat satelit Voyager 2 melakukan observasi. Namun kandungan dari senyawa lain, seperti air, amonia, dan hidrogen sulfida, belum bisa ditentukan karena teleskop masih kurang kuat untuk melakukannya.

Kini para peneliti menunggu adanya teleskop generasi baru sepertu James Webb Space Telescope (JWST) dan Giant Magellan Telescope untuk bisa mendapatkan detail informasi lebih banyak atas planet-planet tersebut.

Tags