Minggu, 22 April 2018 23:54 WITA

Anak Jen Tang Beri Alamat Palsu, ACC Bilang Begini

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Anak Jen Tang Beri Alamat Palsu, ACC Bilang Begini
Jen Tang saat masih diperiksa di Kejati Sulsel terkait sewa lahan Buloa. Saat ini, Jen Tang masih buron.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Terkait pemberian alamat palsu yang dilakukan Edy Aliman, anak tersangka kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara Soedirjo Aliman alias Jen Tang, Direktur riset dan data lembaga nonprofit Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi, Wiwin Suwandi menilai hal tersebut merupakan tindakan pelecehan terhadap hukum.

Menurutnya Edy, seakan mempermainkan tim penyidik Kejati Sulsel yang hendak mendalami kasus korupsi penyewaan lahan negara di Kecamatan Buloa yang menjerat ayahnya. Wiwin mengatakan, Kejati seharusnya melakukan pemanggilan ulang.

"Kejati harus panggil lagi, kalau tidak datang, bisa dipanggil paksa dan Kejati harus patuh terhadap aturan supaya hukum tidak dilecehkan," ujar Wiwin, Minggu (22/4/2018).

Wiwin menambahkan, berdasarkan fakta sidang, mulai dari sidang Sabri hingga Rusdin dan Jayanti, ada tiga orang yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban pidana. Ketiganya ialah dua anak Jen Tang, Eddy Aliman dan Jhonny Aliman, sedangkan seorang lainnya Ulil Amri yang merupakan penasehat hukum tersangka.

"Eddy Aliman dan Jhonny Aliman terlibat dalam TPPU dengan tersangka JT, karena membantu menerima dan menyamarkan asal usul tindak pidana," ujar Wiwin.

Sedangkan Ulil Amri, kata Wiwin, bisa dijerat Undang-Undang Tindak Pidana  Korupsi (UU TPK) karena bersama M Sabri turut membantu menyiapkan draft perjanjian sewa lahan Buloa tersebut.

"Ulil Amri  bisa dijerat pasal 21 UU TPK karena menghalang-halangi penyidikan tindak pidana korupsi, diduga kuat mereka terlibat dalam pelarian dan persembunyian Jen Tang," pungkasnya.

Sebelumnya tim penyidik Kejati Sulsel telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap anak Jen Tang, Edy Aliman. Namun, Edy diketahui memberikan alamat palsu kepada penyidik yang menemuinya di rumah orang tuanya di Jalan Gunung Bawakaraeng Makassar. Alamat palsu yang diberikan Edy tersebut ialah alamat rumahnya yang berada di Jakarta.

Kepastian jika itu alamat palsu diketahui setelah petugas pos yang mengantarkan surat tersebut mengaku, jika alamat yang dimaksudkan di Kota Jakarta ternyata tidak sampai ke alamat tujuan.