Minggu, 22 April 2018 20:07 WITA

"Partai Setan" Rusak Suasana Kebatinan Koalisi Parpol Jokowi

Editor: Aswad Syam
Romahurmuziy

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Ceramah Amien Rais soal Partai Allah dan Partai Setan, membuat partai yang ada di kubu Jokowi berang. Salah satunya, Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy.

Menurut pria yang akrab disapa Rommy ini, Partai Setan seolah-olah dialamatkan ke partai di luar PAN, PKS, dan Gerindra.

Sebelumnya, dalam acara Gerakan Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018) lalu, Amien mengatakan, sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. 

"Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan," ujar Amien seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

"Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," imbuh dia.

Rommy menilai, polemik partai setan bisa merusak hubungan antar-parpol. "Hanya kemudian yang muncul persoalan yang mengganggu hubungan antarparpol yang ada karena seolah-olah selain tiga parpol itu masuk dalam kategori parpol yang sebaliknya," ujar Rommy di kawasan CFD, Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Ketiga parpol yang dimaksud Rommy adalah PAN, PKS, dan Gerindra. Rommy juga mempertanyakan maksud partai Allah versi Amien.

"Yang kedua, apa dasar pengkategorian tiga parpol itu ke partai Allah? Karena kalau dalam kacamata Islam, partai Allah ya partai Islam, yang masih harus dikategorikan lagi, membela kepentingan Islam," jelas Rommy.

Sementara itu, PAN meminta Rommy tak perlu bersikap reaktif. "Pak Rommy ini kelihatannya terlalu baper. Padahal, tidak ada yang menyebut-nyebut partainya dia dalam ceramah itu. Karena itu, semestinya dia tidak mempersoalkan ceramah itu. Atau kalau tidak terima, sekalian aja sampaikan tidak menerima adanya ayat 19 dan 22 surat Al-Mujadilah tersebut. Biar umat sekalian mengerti posisi Pak Rommy seperti apa," ujar Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan.