Minggu, 22 April 2018 18:06 WITA

Ditembak Saat Mau Salat Subuh, Jenazah Ilmuan Palestina Diautopsi Malaysia

Editor: Andi Chaerul Fadli
Ditembak Saat Mau Salat Subuh, Jenazah Ilmuan Palestina Diautopsi Malaysia

RAKYATKU.COM - Kepolisian Malaysia dilaporkan tengah melakukan proses autopsi terhadap jenazah Fadi Mohammad al-Batsh yang tewas kemarin karena ditembak orang tak dikenal. Keluarga ilmuan asal Palestina itu menduga serangan yang menewaskan Fadi itu dilakukan intelijen Israel atau Mossad.

Kepala kepolisian Kuala Lumpur, Mazlan Lazim mengaku pihaknya sangat hati-hati dalam menyelidiki kasus penembakan Batsh. Karena ini merupakan peristiwa internasional. Dia juga menyebut bahwa proses autopsi tengah dilakukan.

“Kami sedang menyelidiki semua sudut. Saya harus menyelidiki dengan sangat hati-hati dan mendalam. Ini masalah internasional. Proses autopsi sedang berlangsung, setelah proses ini selesai, jenazah akan diserahkan kepada keluarga," kata Mazlan, dikutip Al Arabiya, Minggu (22/4/2018).

Pria berusia 36 tahun itu ditembak mati pada Sabtu pagi oleh dua orang tak dikenal. Dia diberondong delapan peluru ketika dia menuju ke sebuah masjid untuk salat Subuh di Setapak, Kuala Lampur. 

Rekaman closed-circuit television (CCTV) menunjukkan bahwa dia ditargetkan oleh para pembunuh yang telah menunggunya selama hampir 20 menit. 

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, pemerintah sedang mencari kemungkinan keterlibatan agen asing dalam pembunuhan ini. Dikutip dari The Star, dia menjelaskan, penyelidikan awal menunjukkan para penyerang adalah orang kulit putih yang mengendarai sepeda motor BMW 1.100 cc.

Kelompok Hamas yang berkuasa di Gaza menyatakan, Al-Batsh—insinyur sekaligus dosen—adalah anggotanya yang loyal. Dia dikenal sebagai ilmuwan muda Palestina.

Kelompok Hamas tak merinci prestasi ilmiah yang dicapai Al-Batsh. Namun, insinyur itu dianggap memiliki kontribusi penting dan berpartisipasi dalam forum internasional di bidang energi.