Minggu, 22 April 2018 08:38 WITA

Pengorbanan Bapak-Bapak pada Peringatan Hari Kartini di PPrGTM Tamalanrea

Editor: Abu Asyraf
Pengorbanan Bapak-Bapak pada Peringatan Hari Kartini di PPrGTM Tamalanrea
Tetty bisa ikut fashion show atas izin suami.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Persekutuan Perempuan GTM Jemaat Tamalanrea menggelar fashion show, Sabtu (21/4/2018). Kegiatan dalam rangkaian Paskah dan Hari Kartini itu mengangkat tema "Kebaya Kartini dan Busana Gereja".

Salah seorang peserta, Tetty mengaku sempat tak bisa hadir. Maklum, dia harus mengurus anak-anaknya. Ternyata, pada Hari Kartini ini, suaminya memberi kejutan. Sang suami bersedia menjaga anak-anaknya dan memberi kesempatan kepada Tetty untuk ikut acara tersebut.

"Tadi sedikit grogi karena sudah keringatan," ujarnya sambil tersenyum.

Ketua Badan Pekerja Majelis, Palanna mengatakan bangga melihat semangat kartini-kartini yang ada hari ini mampu berkarya walaupun banyak kesibukan di rumah.

"Luar biasa semangat kartini sekarang ini. Tadi saya melihat oma-oma yang rambutnya sudah putih namun sangat percaya diri berjalan di atas catwalk," jelasnya.

Pelayan firman, Pdt Lince Pakendek mengatakan, kartini yang hidup hari ini seharusnya menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan. Mulai dari bagaimana dia bertutur kata, berpenampilan, dan menjaga keutuhan suatu persekutuan.

Sedianya kegiatan ini hanya diikuti para perempuan. Ternyata, Persekutuan Kaum Bapak (BKB) turut berpastisipasi. Mereka tampil membawakan puji-pujian dengan wajah yang berseri-seri.

Lomba Paduan Suara

Pengorbanan Bapak-Bapak pada Peringatan Hari Kartini di PPrGTM Tamalanrea

Pada bagian lain, Persekutuan Perempuan Gereja Toraja Mamasa (PPrGTM) Jemaat Tamalanrea merayakan Paskah dan Hari Kartini dengan mengadakan lomba paduan suara.

Kegiatan ini diikuti 35 peserta. Mereka mengenakan baju batik seragam dan rok hitam. Kompak.

Saat pengumuman, dewan juri, Mario W Pattinasarany mengatakan, menyanyi memuji Tuhan itu harus dipersiapkan dengan baik karena Tuhan bertakhta di atas puji-pujian.

"Malam hari ini penampilan terbaik atau juara pertama, dengan total nilai 710 diraih oleh peserta dengan nomor undian 4," katanya yang disambut tepuk tangan dan suara riuh penonton.

Dilaksanakan di gedung GTM Tamalanrea, lomba ini diikuti perwakilan dari tujuh dapel. Masing-masing dengan kostum yang berbeda-beda namun tetap mempertahankan budaya khas Indonesia yakni kebaya dan batik.

Mulai dari ibu yang masih muda hingga oma-oma umur 60 tahun turut serta dalam perlombaan tersebut. Mereka terlihat sangat antusias dan bersemangat. Kegiatan ini diakhiri ibadah Paskah.