Sabtu, 21 April 2018 04:00 WITA

Kerusakan Bendungan Jeneberang Kian Parah, PDAM Makassar Hentikan Produksi

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Adil Patawai Anar
Kerusakan Bendungan Jeneberang Kian Parah, PDAM Makassar Hentikan Produksi

RAKATKU.COM. MAKASSAR - Sumber air baku utama untuk Instalasi IV Maccini Sombala, yang menyuplai daerah selatan, barat dan sebagian utara Kota Makassar, semakin berkurang.

Pasalnya, kerusakan atau jebolnya salah satu bantalan (nomor 3) pada bendungan karet Sungai Jeneberang hingga kini belum teratasi. Padahal sungai tersebut merupakan sumber air utama untuk Instalasi IV Macini Sombala.

Direktur Teknik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Kartia Bado menyatakan, kondisi itu menyebabkan kadar chloride akibat intrusi air laut sudah melampaui ambang batas maksimal yang dipersyaratkan untuk diproduksi.

Sehingga malam ini, Jumat (20/4/2018) tepatnya pukul 18.05 Wita, produksi di Instalasi IV Macini Sombala terpaksa  matikan total.

"Iya terpaksa dimatikan dulu. Karena saat ini kadar chloride air bakunya sudah mencapai 355/mg, sedangkan batas maksimal hanya 250/mg. Jadi tidak ada proses produksi sama sekali," kata Kartia.

Kartia mengungkapkan, pihaknya tidak bisa memaksakan instalasi tersebut untuk tetap produksi. Sebab akan berpengaruh pada kualitas air yang akan disuplai. Dimana air akan berasa payau dan tidak memenuhi standar kualitas air bersih yang layak konsumsi.

"Personil kami masih terus memantau perkembangan air baku. Saat ini air pasang memang sangat tinggi, bahkan ketinggiannya melebihi tinggi bendungan yang  jebol. Sehingga kami tidak bisa mengambil air baku dari sungai tersebut," tuturnya.

Kartia berharap, pihak Balai Besar Sungai Jeneberang (BBWJS) sebagai penanggungjawab, bisa mempercepat pekerjaan perbaikan bendungan karet yang jebol. Mengingat kondisinya sudah sangat memperihatinkan. 

"Kami tidak bisa menjamin kapan produksi bisa kembali dilakukan, apabila kondisi seperti ini terus terjadi. Maksudnya, setiap kali air laut pasang, maka pasti produksi akan dihentikan lagi," pungkasnya.