Jumat, 20 April 2018 09:56 WITA

Ada Budi Waseso di Balik Ketegasan Anies-Sandi Tutup Alexis, Exotic, dan Sense?

Editor: Abu Asyraf
Ada Budi Waseso di Balik Ketegasan Anies-Sandi Tutup Alexis, Exotic, dan Sense?
Penutupan Sense di Mal Mangga Dua Square, Kamis (19/4/2018).

RAKYATKU.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menunjukkan tajinya. Perlahan-lahan usaha yang terindikasi melakukan praktik prostitusi dan narkoba dibersihkan. Terbaru, seluruh unit usaha bermerk Sense di Mal Mangga Dua Square ditutup, Kamis (19/4/2018).

Seperti pada penutupan Alexis, Pemprov DKI kembali menurunkan Satpol PP wanita. Sebanyak 30 srikandi diturunkan untuk memastikan unit-unit usaha Sense yang terdiri atas restoran, karaoke, dan bar telah berhenti beroperasi. 

"Kami pastikan bahwa hari ketiga jenis usaha itu di Sense ini tutup operasi, operasional tutup. Oleh karena itu, tim kami memastikan benar bahwa kegiatan itu telah ditutup pemiliknya," kata Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu seperti dikutip dari Kompas.com. 

Restoran di Sense sebenarnya sudah di-booking hingga akhir April. Namun, Satpol PP mengambil langkah tegas. Restoran tersebut tetap ditutup sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) DKI Jakarta. 

Penutupan ini menyusul penggerebekan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Rabu (11/4/2018) lalu. Saat itu, BNN mengamankan 36 orang yang diduga menggunakan dan mengedarkan narkoba di tempat tersebut. 

Dalam penggerebekan tersebut, BNN juga menemukan sejumlah barang bukti sdjumlah narkoba yang disimpan dalam plastik-plastik kecil. "BNN berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu, ekstasi, ganja, dan ketamin dalam plastik-plastik kecil untuk diedarkan dalam ruang karaoke," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari.

Tantangan Buwas

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ditantang Kepala BNN Budi Waseso untuk menindaklanjuti temuan peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan di Jakarta.

Beberapa waktu lalu, Budi Waseso menyebut 36 tempat hiburan malam menjadi tempat transaksi narkoba di DKI Jakarta. Temuan itu terungkap lewat pemeriksaan acak BNN terhadap 81 tempat hiburan malam di DKI Jakarta.

Kendati sudah mengantongi data-data itu, Budi mengaku enggan membaginya dengan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jika jajaran Gubernur Anies Baswedan itu tidak serius dalam menangani kasus narkoba itu. "Kalau nantinya enggak akan ditutup, saya nggak bakal kasih tahu," ujar Budi Waseso seperti dikutip dari Tempo.

Tak hanya itu, Budi Waseso juga menolak bertemu Anies Baswedan di pengujung tugasnya. Dia mengaku baru siap menerima Anies juga berkomitmen untuk menutup seluruh usaha yang melanggar tersebut.

Anies pun menjawab tantangan itu. Dia bertekad, jika usaha tersebut melanggar Perda dan Pergub, maka dia pasti akan menindaknya. "Intinya adalah kalau ada pelanggaran, jangan harap akan dibiarkan," tegas Anies Baswedan.

"Kita komit tinggi, bahkan kita siap mengeksekusi apapun yang terbukti sebagai pelanggaran. Eksekusi apa? Eksekusi sanksi," kata Anies Februari 2018.