Kamis, 19 April 2018 15:28 WITA

Pusat Angkat Tangan, Kereta Api Trans Sulawesi Diserahkan ke Asing

Editor: Aswad Syam
Pusat Angkat Tangan, Kereta Api Trans Sulawesi Diserahkan ke Asing
Sejumlah pekerja membangun rel kereta api Trans Sulawesi di Barru.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR  - Salah satu megaproyek di Sulsel, kereta api Trans Sulawesi, kini akan diserahkan kepada pihak asing untuk dilanjutkan pembangunannya.

Pasalnya, pemerintah tidak mampu lagi membiayai pembangunan kereta api Trans Sulawesi tersebut. Pemerintah pusat hanya mampu membiayai proyek kereta api tersebut hingga 2018 dengan penyelesaian 44 kilometer, dengan anggaran sekitar Rp3 triliun.

Untuk 2018 saja, pemerintah menganggarkan Rp1,3 triliun. Anggaran ini terbagi untuk segmen Barru-Palanro sebanyak Rp681 miliar (lanjutan pekerjaan tahun 2017), sedangkan untuk segmen Barru-Maros Rp583 miliar.

Anggaran Rp1,3 triliun tersebut merupakan anggaran yang terakhir dikucurkan oleh pemerintah pusat. Pasalnya, saat ini pemerintah membuka lelang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Kereta api Trans Sulawesi akan selesai 44 kilometer, dan saat ini kita sedang melakukan lelang KPBU itu dimungkinkan untuk investor yang bukan pengusaha Indonesia atau asing," ujar Menhub, Budi Karya.

Seteleh ada pemenang lelang KPBU, Budi Karya berharap investor asing tersebut dapat bekerja sama dengan perusahaan lokal, untuk sama-sama membangun proyek kereta api Trans Sulawesi tersebut.

"Tapi saya sarankan untuk kerjasama dengan perusahaan lokal dan ini bisa mendatangkan suatu manfaat bagi masyarakat. Sudah ada 16 investor asing yang sudah mendaftar," tutupnya. 

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Perkeretaapian Sulawesi Selatan, Imam Azikin Wijayanto mengatakan, Oktober mendatang kereta api siap beroperasi sejauh 44 kilometer dari Barru-Palanro. Hanya saja saat ini, kereta yang bakal beroperasi masih untuk jenis kereta inspeksi, dan belum dikomersilkan untuk masyarakat umum.

Untuk keperluan operasional secara komersial, kata dia, masih akan menunggu penunjukan operator kereta oleh pemerintah. Pihaknya pun masih sementara menggodok untuk menunjuk operator yang dikerjasamakan antara pemerintah dengan badan usaha tertentu.

Untuk kendala saat ini, kata dia, pihaknya masih fokus untuk penyelesaian pembebasan lahan di pekuburan. Namun, ia mengaku sudah membangun komunikasi dengan pihak terkait untuk menuntaskan masalah ini.

"Kami sudah lakukan komunikasi dengan instansi terkait dengan para ahli waris. Kendalanya ada beberapa keberatan dengan ahli waris saja, tetapi pasti bisa selesai. Kalau anggaran (pemebabasan lahan) sudah siap," tutupnya.