Minggu, 19 Juni 2016 10:43 WITA

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Parepare Tinggi, Ini Penyebabnya

Editor: Andi Chaerul Fadli
Angka Kematian Ibu dan Bayi di Parepare Tinggi, Ini Penyebabnya
ilustrasi

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Angka kematian ibu dan bayi di Kota Parepare terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari Dinas Kesehatan Kota Parepare, ada lima kasus kematian ibu dan 16 kasus kematian bayi sepanjant tahun ini.

"Tahun 2015, angka kematian ibu hanya dua orang. Sedangkan Januari hingga Mei 2016 sudah meningkat menjadi lima orang. Di samping itu, kematian bayi pada tahun 2015 sekira 19 orang, Mei 2016 ini sudah mencapai 16 orang," kata Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Dinkes Parepare, Darmawati, Minggu (19/6/2016).

Dia menjelaskan, peningkatan kasus kematian ibu disebabkan ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, perdarahan, dan infeksi. "Ada juga meninggal karena penyebab tidak langsung, karena ibu hamil disertai penyakit, seperti cacar, TBC, pankreas," jelasnya.

Sementara kematian bayi disebabkan faktor bayi lahir dengan berat rendah pada umur 0 hingga satu bulan.

Darmawati menambahka ada Tiga Terlambat dan Empat Terlalu sebagai pemicu kematian ibu dan bayi, yaitu terlambat mengambil keputusan, terlambat dirujuk, terlambat ditangani.

"Empat, Terlalu yang dimaksud; terlalu muda melahirkan, terlalu banyak anak, terlalu rapat, terlalu tua menikah sebagai resiko kehamilan. Paling bagus menikah itu umur 20-35 tahun," tambahnya.

"Rata-rata yang meninggal karena tidak pernah kontak dengan petugas kesehatan, rata-rata di antara mereka dari ekonomi menengah ke bawah."