Rabu, 18 April 2018 14:08 WITA

CD Mahasiswi Turki Sudah Melorot, Namun Driver Ojol Gagal Perkosa Korban

Editor: Aswad Syam
CD Mahasiswi Turki Sudah Melorot, Namun Driver Ojol Gagal Perkosa Korban
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, BALI - Edison Lumban Batu (23) tertunduk lesu. Ketua Majelis Hakim, Ida Ayu Adnyadewi membacakan vonis 5,5 tahun penjara, atas percobaan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap GB, mahasiswi asing asal Turki di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (17/4/2018).

Dalam persidangan terungkap, saat itu GB yang tinggal di Jalan Uluwatu II Gang Buana Sari Nomor 88X, Jimbaran, Kuta Selatan, memesan ojek online dari Mall Bali Geleria Kuta sekitar pukul 16.30 Wita. Tujuannya, Restorant Bali Budha, Sanur. 

Sekitar 40 menit kemudian, datanglah terdakwa Edison yang berprofesi sebagai driver ojek online. Dia mengendarai motor Honda Vario putih dengan Nomor Polisi DK-3992-OQ dan kemudian mengantar korban menuju Restorant Bali Budha Sanur.

Tiba di tempat tujuan, korban menyerahkan uang jasa ojek kepada terdakwa. Usai melakukan aktivitas di restoran itu, korban kembali memesan ojek daring, dan ternyata terdakwa lagi yang menjemput korban.

Korban sempat terkejut karena yang menjemputnya adalah terdakwa. Namun, tanpa curiga korban naik ke motor terdakwa dengan tujuan ke indekos di Buana Sari Nomor 88X, Jimbaran, Kuta Selatan.

Dalam perjalanan menuju indekos korban, terdakwa membelokkan arah motornya ke jalan yang tidak sesuai rute. Korban sempat mengingatkan, namun terdakwa menyebut, itu jalan pintas.

Loading...

Di sebuah semak-semak di dekat Hotel Movenpick Jimbaran, pelaku menghentikan sepeda motornya. Dia lalu menarik paksa korban ke semak-semak.

Di tempat yang sepi itu, terdakwa memaksa korban rebah dan hendak memperkosanya. Celana korban sudah dipeloroti, namun korban melawan. Terdakwa sempat mencekik korban, namun korban lagi-lagi berhasil melepaskannya. 

Terdakwa lalu mengambil batu dan menghantamkan ke korban. Melihat korban luka parah pada bagian kepala, terdakwa melarikan diri meninggalkan korban yang saat itu bersimbah darah, tanpa celana.

Korban kemudian terbangun dan berlari menuju keramaian, hingga akhirnya, korban bertemu saksi Petrus Pati dan Yosep Katoda yang lalu memberikan sarung kepada korban untuk menutupi bagian tubuh korban. Setelah itu, korban kemudian diantar ke rumah sakit Kasih Ibu Kedonganan, untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka yang dialaminya.

Edison sendiri berhasil dibekuk, setelah dilacak di ponsel korban.

Loading...
Loading...