Selasa, 17 April 2018 22:14 WITA

KKP dan BKIPM Tingkatkan Fasilitas Pelabuhan Untia

Penulis: Nur Izzati
Editor: Fathul Khair Akmal
KKP dan BKIPM Tingkatkan Fasilitas Pelabuhan Untia

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Makassar melakukan pencanangan Pekan Pelayanan Publik, di Pelabuhan Untia, Selasa (17/4/2018).

Sitti Chadidjah selaku Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar menuturkan, kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Badan KIPM setiap tahun dan merupakan bagian dari kegiatan Bulan Bakti Karantina Ikan dan Mutu Hasil Perikanan. 

Dimana, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam Bulan Bakti ini, antara lain donor darah, coaching clinic, bersih pantai, pengawasan terpadu, dan lain-lain. 

"Sinergitas dan harmonisasi pada KKP dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan kelautan dan perikanan di setiap daerah. Hal ini merupakan salah satu upaya kita untuk menjaga sumber daya kelautan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Direktorat Jendral Perikanan Tangkap (DJPT) Syarief Widjaja menuturkan, pihaknya bersama BKIPM juga telah bersinergi dalam perencanaan pembangunan Tempat Penjualan Ikan (TPI) Higienis. 

"TPI ini akan mengintegrasikan konsep higienis dan modern. Sehingga, ikan yang diperdagangkan memiliki standar mutu sesuai dengan kesehatan, bahan pangan higienis dan memenuhi syarat sanitasi lingkungan," terangnya.

Sementara itu, Kepala BKIPM, Ir Rina, mengatakan jika kegiatan yang bertajuk apel akbar di Pelabuhan Untia ini didedikasikan untuk mensosialisasikan penggunaan Pelabuhan Untia.

"Kedatangan kami di Pelabuhan Untia hari ini untuk mensosialisasikan program KKP yakni salah satunya  membesarkan  pelabuhan Untia serta  menyemangati nelayan dalam memanfaatkan fasilitas pelabuhan yang telah disediakan pemerintah," tutur DR Ir Rina.

Apalagi kata dia, kegiatan tersebut mampu menunjang pemerintah provinsi dalam meningkatkan ekspor komoditi. 

"Sehingga tentunya, kami berharap perihal tersebut dapat dimanfaatkan. Masyarakat harus tahu, Pelabuhan Untia kini banyak memiliki fasilitas yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan," terangnya.

Seperti diketahui, dalam acara pencanangan tersebut, dilakukan pemberian bantuan secara simbolis kepada masyarakat nelayan berupa 200 paket sembako, 2.000 alat tangkap bubu, 19 Sertifikat HACCP, CKIB, CPIB, Traceability, IKI, 10 sterofoam higienis, 1.000 bibit mangrove, 250 kepiting bakau, 2.000 rajungan dan 10.000 bibit kakap putih.