Selasa, 17 April 2018 20:13 WITA

Mahasiswa Pengusaha Asal Pangkep Wakili Indonesia di Ajang GSEA Kanada

Editor: Abu Asyraf
Mahasiswa Pengusaha Asal Pangkep Wakili Indonesia di Ajang GSEA Kanada
Andi Hilmy Mutawakkil saat presentasi di ajang GSEA 2018 di Kanada.

RAKYATKU.COM - Mahasiswa asal Pangkep Andi Hilmy Mutawakkil mewakili Indonesia pada ajang bergengsi Global Student Entrepreneur Awards (GSEA) 2018 di Toronto, Kanada.

GSEA merupakan kompetisi global bagi wirausahawan mahasiswa yang menjalankan bisnis secara aktif. Kompetisi ini khusus bagi mahasiswa yang berwirausaha atau membangun bisnis sambil meneruskan pendidikannya. 

Dia bersaing dengan wirausaha muda dari 54 negara. Dalam kompetisi ini, mahasiswa jurusan Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar (UNM) menampilkan inovasinya mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel.  

Mahasiswa Pengusaha Asal Pangkep Wakili Indonesia di Ajang GSEA Kanada

Andi Hilmy Mutawakkil merupakan founder dan CEO dari Garuda Energi Nusantara, perusahaan energi terbarukan. Perusahaan ini memproduksi minyak biodiesel, Genoil. Inovasi yang dirintis bersama lima temannya ini, berhasil mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel. 

Inovasi itupun memberikan manfaat bagi masyarakat, utamanya sebagai bahan bakar alternatif bagi para nelayan pesisir Makassar, dengan harga terjangkau.

Kepala Bidang Riset dan Teknologi di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Sulawesi Selatan ini pun menyampaikan perasaannya yang senang mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan sebuah kehormatan mewakili Indonesia di kancah internasional.

Mahasiswa Pengusaha Asal Pangkep Wakili Indonesia di Ajang GSEA Kanada

"Terlebih pengalaman yang sangat berharga didapatkan, bisa mendapatkan networking dari 54 negara dengan perwakilan terbaiknya masing-masing," ungkapnya saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (17/4/2018).

"Merasa punya keluarga baru tapi level global. Mirip pergaulan antar presiden. Satu negara satu orang. Ada 54 negara dari lima benua," ujar anggota Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) ini.

Dia berharap, kurikulum kewirausahaan di kampus-kampus bisa jadi perhatian khusus. "Jika setiap mahasiswa dirancang jadi pengusaha, mereka tidak perlu cari pekerjaan, malah membuka lapangan kerja. Kalau bisa kurikulumnya berwawasan sosial bisnis, agar bukan hanya menciptakan usaha, tapi juga memiliki manfaat ke masyarakat," terangnya.

Mahasiswa Pengusaha Asal Pangkep Wakili Indonesia di Ajang GSEA Kanada

Sebelum ke Kanada, Hilmy yang juga founder IAR Jaya Persada yang bergerak di bidang teknologi tepat guna, sempat pulang kampung ke Pangkep. Ia meminta restu kepada kedua orang tuanya dan Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid.

Beberapa prestasi yang pernah diraih Andi Hilmy:

-Juara 2 teknologi tepat guna tingkat Sulsel tahun 2014
-Pemenang Hibah Gerakan Kewirausahaan Nasional tahun 2014
-Pemenang Social Entrepreneur Academy (SEA) tahun 2015
-Juara 1 Nasional, Bisnis Plan Competition di Jambore Hipmi PT se Asean tahun 2015
-Juara 1 Nasional Ide untuk Indonesia di Ideafest 2016
-Piagam Pemuda Inspiratif Sulsel tahun 2016
-Delegasi Indonesia di Global Social Enterprise Network (GSEN) tahun 2016 di Inggris Raya
-Juara 1 Nasional Wirausaha Muda Mandiri (WMM) tahun 2017
-Juara 1 Nasional Indonesia Student Entrepreneur Awards 2018
-Delegasi Indonesia di Global Student Entrepreneur Awards (GSEA) 2018 di Toronto, Kanada

Mahasiswa Pengusaha Asal Pangkep Wakili Indonesia di Ajang GSEA Kanada

Mahasiswa Pengusaha Asal Pangkep Wakili Indonesia di Ajang GSEA Kanada

Berita Terkait