Selasa, 17 April 2018 20:07 WITA

Lakukan Pemeliharaan, Produksi Nikel Vale Merosot 11 Persen

Editor: Nur Hidayat Said
Lakukan Pemeliharaan, Produksi Nikel Vale Merosot 11 Persen
Media gathering PT Vale Indoesia Tbk di Grind and Pull Makassar, Jalan Mappanyukki, Selasa (16/4/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan produksi pada triwulan I 2018 mencapai 17.141 metrik ton nikel dalam matte.

Jumlah tersebut lebih rendah sekitar 11 persen dibandingkan produksi di triwulan IV pada 2017.
Menurut Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Nico Kanter, turunnya produksi lebih dipengaruhi adanya aktivitas pemeliharaan yang telah direncanakan.

"Namun, hal ini masih sejalan dengan triwulan I pada 2017, di saat kami mengalami aktivitas pemeliharaan yang sama. Kami tetap optimistis dapat mencapai target produksi tahun 2018 sekitar 77.000 metrik ton," ujar Nico dalam siaran pers, Selasa (17/4/2018). 

Senior Manager Communication PT Vale Indonesia Tbk, Budi Handoko, menjelaskan tahun ini ditargetkan produksi nikel di kisaran 77.000 metrik ton. Jumlah itu lebih tinggi dari target tahun lalu 76.500 metrik ton.

"Tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal sebesar USD100 juta, yang dimanfaatkan untuk konversi kilang dan peremajaan alat," tuturnya saat media gathering di Grind and Pull Makassar, Jalan Mappanyukki, Selasa (16/4/2018).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik Sulsel (BPS) Sulsel merilis nilai ekspor mengalami peningkatan 1,45 persen Maret 2018. Komoditas yang memberikan kontribusi terbesar adalah nikel yakni 63,74 persen atau senilai USD58,58 juta.

Hal itu diutarakan Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, dalam rilis bulanannya terkait ekspor impor Maret Sulsel di kantornya di Jalan Haji Bau, kemarin.

Nursam menjelaskan, meski nikel masih menjadi jadi primadona ekspor, tetapi dibandingkan bulan sebelumnya yakni di Februari mengalami penurunan 12,88 persen atau senilai USD67,24 juta di Februari.

Dibandingkan Maret 2017 lalu, mengalami peningkatan sebesar 28,17 persen atau senilai USD45,70 juta.

Tags