Selasa, 17 April 2018 19:34 WITA

PDAM Makassar Terancam Kehilangan Pendapatan Hingga Rp180 Juta

Penulis: Sartika Marzuki - Muh. Fadel
Editor: Nur Hidayat Said
PDAM Makassar Terancam Kehilangan Pendapatan Hingga Rp180 Juta
Direktur Teknik PDAM Kota Makassar, Kartia Bado, saat jumpa pers di Makassar Caffee House, Jalan Tupai, Selasa (17/4/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar berpotensi mengalami kehilangan pendapatan hingga Rp180 juta. Itu akibat jebolnya salah satu bantalan (nomor 3) Bendungan Karet Sungai Jeneberang.

Direktur Teknik PDAM Kota Makassar, Kartia Bado, mengungkapkan hal itu terjadi apabila kerusakan pada bendungan karet tersebut tidak segera teratasi dalam dua pekan.

"Akibat jebolnya bantalan itu, produksi air mengalami penurunan tekanan sekitar 50 liter. Jika kondisi ini terus berlanjut hingga dua pekan, kita bisa kehilangan pendapatan sekira Rp180 Juta," ujar Kartia dalam jumpa pers di Makassar Caffee House, Jalan Tupai, Selasa (17/4/2018).

Diketahui, jebolnya bantalan pada Bendungan Karet Sungai Jeneberang, terjadi sejak 12 April 2018 lalu. Kejadian pada sungai yang merupakan salah satu sumber air baku utama, yang memasok air pada instalasi pengolahan air (IPA) IV Maccini Sombala itu, sontak menyebakan suplai air bersih di beberapa daerah mengalami penurunan tekanan.

Seperti daerah sekitar Metro Tanjung Bunga, seluruh perumahan di Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), Deppasawi, Jalan Dg Kuling (Kelurahan Parang Tambung).

Kemudian wilayah Kecamatan Mariso, sebagian Jalan Cendrawasih, Jalan Satando, Jalan Barukang, Jalan Tentara Pelajar, dan sekitar bagian utara Kota Makassar.

Kondisi tersebut telah memasuki tahap darurat. Apabila tidak ada tindakan perbaikan dalam waktu dekat, maka operasional IPA IV Maccini Sombala kemungkinan diberhentikan total.

Pasalnya kerusakan tersebut menyebabkan kadar chlorite akibat intrusi air laut sudah berada diambang batas maksimal syarat air baku bisa diproduksi.

"Tidak mungkinlah kita memproduksi air apabila air baku tidak sesuai yang dipersyaratkan. Karena hal itu akan mempengaruhi kualitas air yang diterima oleh masyarakat," pungkasnya.