Selasa, 17 April 2018 18:24 WITA

Bendungan Sungai Jeneberang Jebol, Debit Air Turun 30 Persen

Penulis: Sartika Marzuki - Muh. Fadel
Editor: Nur Hidayat Said
Bendungan Sungai Jeneberang Jebol, Debit Air Turun 30 Persen
Direktur Teknik PDAM Kota Makassar, Kartia Bado saat konferensi pers di Makassar Caffee House, Jalan Tupai, Selasa (17/4/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Makassar mengumumkan kerusakan atau jebolnya salah satu bantalan (nomor 3) pada Bendungan Karet Sungai Jeneberang hingga kini belum teratasi.

Hal itu menyebabkan adanya gangguan distribusi air kepada pelanggan PDAM Kota Makassar. Pasalnya Sungai Jeneberang merupakan salah satu sumber air baku utama yang memasok instalasi pengolahan air (IPA) IV Maccini Sombala.

Direktur Teknik PDAM Kota Makassar, Kartia Bado, menyatakan, kondisi tersebut sudah darurat. Karena kerusakan itu menyebabkan suplai air bersih di beberapa daerah mengalami penurunan tekanan.

"Saat ini produksi air mengalami penurunan. Data terakhir sudah turun hingga posisi 90 sampai 100 liter per detik," kata Kartia saat konferensi pers di Makassar Caffee House, Jalan Tupai, Selasa (17/4/2018).

Dalam kondisi normal, lanjut Kartia, debit air di selatan kota yaitu 220 liter per detik. Saat ini hanya di antara 140 sampai 150 liter per detik. Sementara debit air utara kota, normalnya 75 hingga 80 liter per detik. Namun, kini hanya 55 sampai 60 liter per detik. Apabila dipersentasekan, terjadi penurunan sekira 30 persen.

Mengatasi persoalan itu, PDAM Makassar telah melakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Sungai Jeneberang (BBWJS), untuk segera melakukan perbaikan bendungan karet tersebut.

"Diharapkan dalam waktu dekat bisa segera diperbaiki. Jika tidak, maka operasi IPA IV Macini Sombala akan berhenti total. Karena kadar chlorite akibat intrusi air laut sudah diambang batas maksimal syarat air baku yang bisa diproduksi," tutupnya.

Adapun daerah yang terkena dampak dari jebolnya bendungan karet ini, yaitu daerah sekitar Metro Tanjung Bunga, seluruh perumahan di Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), Deppasawi, Jalan Dg Kuling (Kelurahan Parang Tambung).

Kemudian wilayah Kecamatan Mariso, sebagian Jalan Cendrawasih, Jalan Satando, Jalan Barukang, Jalan Tentara Pelajar, dan sekitar bagian utara Kota Makassar.