Selasa, 17 April 2018 17:59 WITA

Kasus Penipuan Seret Wabup Bulukumba, Begini Cerita Lengkapnya

Penulis: Rahmatullah
Editor: Abu Asyraf
Kasus Penipuan Seret Wabup Bulukumba, Begini Cerita Lengkapnya
Abdil Rizal

RAKYATKU.COM,BULUKUMBA - Kasus dugaan penipuan yang melibatkan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) du Bulukumba, Abdil Rizal berbuntut panjang. Kasus ini ikut menyeret nama Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto.

Ical, sapaan akrab Abdil Rizal, sebelumnya dilaporkan seorang pengusaha hasil bumi dari Desa Tibona bernama Hj Naimah. Ical dilapor ke Polres Bulukumba Minggu (15/4/2018) dalam kasus dugaan penipuan.

Dia diduga meminjam uang Rp33 juta pada Desember 2016. Namun, hingga kini utang tersebut tak kunjung dibayar. Padahal, sesuai perjanjian, utang itu akan dilunasi tiga bulan setelah peminjaman.

Naimah menyebut, Ical sangat dekat dengan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto. Kata Naimah, Tomy menjanjikan proyek kepada Ical. Keuntungan dari proyek itu yang akan dipakai untuk melunasi utang. Ternyata, tidak demikian kenyataannya.

Selasa hari ini (17/4/2018), Ical tampil mengklarifikasi isu yang berkembang tersebut. Bertempat di Warkop Q&R Tanete, dia mengakui dekat dengan Tomy, namun kasus ini tidak ada hubungannya dengan mantan wakil ketua DPRD Bulukumba tersebut.

"Saya atas nama pribadi meminta maaf ke sejumlah pihak yang terlibat  secara tidak langsung. Saya akan melakukan langkah-langkah untuk membersihkan nama saya, apalagi mencemarkan nama baik saya, jika pihak dari pelapor tidak lakukan pembersihan nama," ujar Ical saat konferensi pers. 

Menurut Ical, dirinya sudah diperiksa dalam kasus dugaan penipuan di Polsek Bulukumpa. Namun, statusnya hanya sebagai saksi bukan terlapor.

"Sebenarnya ini kan bukan persoalan saya, tetapi persoalan pribadi adik saya. Saya posisinya sebagai mediator antar Hj Naimah dengan adik saya (Fani). Sehingga keliru jika saya dikaitkan langsung dengan Wabup," ujar Ical.

Sementara Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto mengaku dirinya tidak pernah meminta oknum atau siapapun untuk melakukan sesuatu yang mengatasnamakan dirinya.

"Saya kira bukan suatu kesalahan bagi saya untuk dekat dengan siapapun. Bukan suatu kesalahan jika saya berusaha menjadi wakil bupati yang tidak berjarak," kata Tomy.

"Saya tidak menyesali apapun bisa dekat dan tak berjarak dengan masyarakat dan sahabat sekalian. Bupati AM Sukri A Sappewali mengajarkan kepada saya bagaimana caranya dicintai oleh rakyat. Caranya sederhana, melebur bersama mereka," ujarnya.