Selasa, 17 April 2018 17:24 WITA

ASN Tidak Netral, Deng Ical: Tidak Ada Toleransi

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Nur Hidayat Said
ASN Tidak Netral, Deng Ical: Tidak Ada Toleransi
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, tidak henti-hentinya memberikan peringatan terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Peringatan itu berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kota Makassar. Baik dalam pemilihan gubernur maupun wali kota.

"Dua bulan ke depan kita sudah melaksanakan pilkada serentak, sehingga ini tentu saja membutuhkan persiapan-persiapan khusus untuk memastikan bahwa proses pilkada serentak berjalan baik dan profesional," kata Deng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal, Selasa (17/4/2018).

Deng Ical menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi ASN lingkup Pemkot Makassar yang terbukti terlibat dalam politik praktis dan tidak menjaga netralitasnya.

"Jika ada ASN yang tidak netral selama penyelenggaraan pilkada serentak 2018, maka siap-siap untuk menerima sanksi sesuai Undang-undang ASN Pasal 2, 177 dan 189. Di dalamnya itu menugaskan ASN untuk bertindak profesional dalam mendukung penyelenggaran pilkada sesuai koridor dan peraturan UUD," terang Deng ICal di sela-sela kegiatan Deklarasi Netralitas ASN.

Di akhir sambutannya, Deng Ical juga mengajak seluruh ASN untuk melakukan salam netral yang dipopulerkan oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsoni. Ditandai dengan mengangkat tangan kanan ke atas dan mengepalkalkannya.

Keseriusan penindakan itu ditandai dengan penandatangan pakta integritas netralitas ASN pada pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun 2018, yang dilakukan seluruh pejabat lingkup Pemkot Makassar.