Selasa, 17 April 2018 16:38 WITA

Fakta, Warga Makassar Malas Pilah Sampah

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Nur Hidayat Said
Fakta, Warga Makassar Malas Pilah Sampah
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi), Saharuddin Ridwan, mengungkapkan masih banyak warga di Kota Makassar yang enggan mengolah sampah organik dan nonorganik.

"Di rumah tangga, biasanya mereka itu mencampur sampah organik dan nonorganik. Hal itu tentu menjadi kendala bagi petugas dalam melakukan penanganan sampah," kata Sahar, Selasa (17/4/2018).

Idealnya, lanjut Sahar, sampah yang dibuang dan kemudian diangkut petugas ke Tempat Penampungan Akhir (TPA), adalah sampah yang tidak bisa lagi dimanfaatkan atau tidak bernilai ekonomis.

Sementara sampah nonorganik yang seperti sampah kelompok plastik, kertas, dan logam yang bernilai ekonomis, bisa dimasukan jual ke Bank Sampah. Sedangkan sampah organik, misalnya sisa sayuran dan buah-buahan bisa diolah sebagai pupuk.

Kendati demikian, Sahar menyakini lambat laun kesadaran masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan sampah akan makin meningkat.

Pasalnya, Pemerintah Kota Makassar saat ini telah memfasilitasi masyarakat dengan terbentuknya Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Bank Sampah. Sehingga dapat memberikan kemudahan pada masyarakat untuk mengelolah dan mengambil keuntungan dari sampah.

"Jadi saat ini sudah ada jaminan. Setelah masyarakat mengumpulkan dan memilah sampahnya, kemudian membentuk bank sampah unit. Maka sampahnya akan langsung dijemput dan dibayarkan oleh pemerintah melalui UPTD," terangnya.

Tidak hanya itu, lanjut Sahar, masyarakat juga mendapat fasilitas tambahan dari pemerintah. Berupa karung, timbangan, dan alat pilah sampah. Sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk merasa enggan melakukan pemilahan sampah.