Selasa, 17 April 2018 16:15 WITA

Kesaksian Sopir Truk yang Selamat dari Ambruknya Jembatan Tuban-Lamongan

Editor: Abu Asyraf
Kesaksian Sopir Truk yang Selamat dari Ambruknya Jembatan Tuban-Lamongan
Jembatan yang menghubungkan Tuban-Lamongan ambruk, Selasa (17/4/2018).

RAKYATKU.COM - Ambruknya Jembatan Widang, Jawa Timur menewaskan satu orang, Selasa (17/4/2018). Seorang sopir truk yang selamat, Sutami menceritakan detik-detik jatuhnya jembatan yang menghubungkan Tuban dan Lamongan tersebut.

Sutami mengatakan, tidak ada tanda-tanda jembatan bakal ambruk. Saat itu, dia memang merasakan jembatan agak bergoyang. Namun, kondisi seperti itu sudah lumrah. Apalagi, jika dilalui truk bermuatan berat.

"Saat itu, saya lihat di belakang truk, ada sepeda motor. Tiba-tiba jembatan ambruk. Saya tidak ingat apa-apa lagi," kata Sutami dalam wawancara dengan TvOne, Selasa sore (17/4/2018).

Sutami ikut terjatuh ke sungai. Namun, berhasil selamat setelah ditolong warga. Sementara sopir truk lainnya masih dalam proses evakuasi. Seorang sopir terjepit di bawah truk dan diperkirakan telah meninggal dunia karena terendam air.

Ada tiga truk pengangkut pasir terperosok dan satu sepeda motor tercebur ke dalam Sungai Bangawan Solo.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya, I Ketut Dharma Wahana mengatakan, Jembatan Babat yang roboh pada siang ini sebenarnya sudah dilakukan perbaikan terakhir pada 2017 lalu. Perbaikan meliputi segmen II dari enam segmen yang ada di jembatan tersebut.

Kesaksian Sopir Truk yang Selamat dari Ambruknya Jembatan Tuban-Lamongan

Namun, dalam peristiwa yang terjadi saat ini kondisi jembatan yang ambruk justru ada di segmen atau bentang ketiga yang sebelumnya justru tidak mengalami kerusakan parah, saat melakukan perbaikan pada 2017 lalu. Sehingga, sebenarnya jembatan Babat tersebut sangat layak digunakan.

"Yang jebol ini adalah bentang ketiga, yang sempat kita perbaiki itu segmen II yang saat itu tidak alami kerusakan. Perawatan terakhir jembatan tersebut itu pada 2017," ujar Ketut.

Ia mengungkapkan, Jembatan Babat memiliki panjang bentang yaitu 227 meter, dengan memiliki enam segmen yang dibuat sejak 1980-an. Untuk bentang yang mengalami patah atau roboh saat ini memiliki panjang, yaitu 55 meter. 

"Jembatan yang patah ini adalah jembatan yang digunakan untuk jalur dari Surabaya menuju ke Tuban dan merupakan jembatan lama," tambahnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan segera mengidentifikasi ambruknya jembatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Identifikasi akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena di kementerian tersebut terdapat komite keselamatan kontruksi.

"Kami akan membuat suatu rekayasa lalu lintas untuk memberikan alternatif jalan bagi aktivitas di sana," ujar Budi saat meninjau Bandara Kertajati.

Direktur Pembangunan Jalan Bina Marga Kementerian PUPR Ghani Ghazali Akman mengatakan ambruknya jembatan ini dikarenakan kalender jembatan tersebut sebenarnya memang sudah lama. Jembatan ini merupakan duplikasi dari penyeberangan lama yang ditambah dengan jembatan rangka baru."Usia jembatan ini sudah 30 tahun usianya," ujar Ghani.

Kementerian PUPR melalui komite keselamatan kontruksi akan melihat secara detail apa yang terjadi dan yang harus segera diperbaiki. Jembatan yang berada di Tuban ini sebenarnya sudah diprogramkan untuk diganti.