Selasa, 17 April 2018 15:09 WITA

Anggota DPRD Jeneponto Minta KTP, Pedemo Langsung Tinggalkan Ruangan Sebelum 5 Menit

Editor: Abu Asyraf
Anggota DPRD Jeneponto Minta KTP, Pedemo Langsung Tinggalkan Ruangan Sebelum 5 Menit
Warga Jeneponto menggelar unjuk rasa di beberapa tempat, Selasa (17/4/2018).

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Sejumlah aktivis yang mengatasnamakan diri Forum Pemuda Kareloe Bersatu berunjuk rasa di depan kantor Dinas PU Jeneponto, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang,  Kecamatan Binamu, Selasa (17/4/2018).

Aksi unjuk rasa ini dipimpin Haryanto Dahlan. Mereka memprotes Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk segera memperbaiki jalan beberapa dusun di Desa Kareloe, Kacamatan Bontoramba.

Salah satu orator, Alim Bahri meminta Dinas PU segera memperbaiki jalan yang hingga kini belum tersentuh pengaspalan. "Kami minta kepada PU agar menjalankan amanah untuk melakukan perbaikan jalan karena sampai saat ini tidak ada kepastian untuk memperbaiki jalan. Kami tidak ingin dijanji lagi," ujar Alim Bahri. 

Aksi ini tidak mendapat tanggapan Dinas PU Jeneponto. Massa lalu bergeser ke kantor bupati Jeneponto di Jalan Lanto Dg Pasewang,  Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu.

Namun, massa kembali kecele. Pjs Bupati Jeneponto Asmanto Baso Lewa dan Plt Sekda Jeneponto, Safruddin Nurdin tidak berada di kantor. 

"Menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah daerah serta DPRD Kabupaten Jeneponto yang sudah tidak peduli. Kami anggap sudah tidak lagi berpihak kepada rakyat. Kami minta Pjs bupati Jeneponto dicopot dari jabatannya karena tidak pro dengan rakyat," katanya. 

Selanjutnya, pengunjuk rasa mendatangi kantor DPRD Jeneponto. Tuntutannya sama, yakni agar jalan yang ada di Desa Salamatara dan Ere Loe, Desa Kareloe, Kecamatan Bontoramba, segera diperbaiki. 

Tiga anggota DPRD Jeneponto sempat menerima pengunjuk rasa, yakni Asprianto (Fraksi Golkar), Jabal Arfa (PKS), Sopia (PBB). Pengunjuk rasa diterima di ruangan Komisi IV. Namun,  tidak sampai lima menit dalam ruangan, pengunjuk rasa meninggalkan ruangan.

"Ada-ada saja. Kita diminta KTP," teriak salah satu pengunjuk rasa sambil meninggalkan gedung DPRD Jeneponto. 

Anggota DPRD Jeneponto, Jabal Arfa mengakui pihaknya meminta KTP pengunjuk rasa. "Karena mengaku sebagai orang Samalatara, jadi saya minta KTP-nya kalau memang warga Samalatara. Namun, tidak ada yang memperlihatkanya dengan alasan tidak bawa KTP, baru langsung meninggalkan ruangan," Jabal Arfa.