Senin, 16 April 2018 23:34 WITA

Pancing Birahinya, Suami Ini Pelototi Istrinya Digoyang Pria Lain

Editor: Aswad Syam
Pancing Birahinya, Suami Ini Pelototi Istrinya Digoyang Pria Lain
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, SURABAYA – Sungguh liar fantasi para anggota komunitas tukar pasangan atau swinger ini. Untuk meningkatkan gairahnya, seorang suami rela istrinya ditiduri pria lain.

Di sebuah hotel di Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, THD (53) bersama istrinya, RL (49), dan dua pasutri rekannya, sedang pesta seks bebas dan saling tukar pasangan.

THD merasa bergairah saat istrinya, RL ditiduri pria lain. Istri pasangan RL yang sedang menonton juga mulai bangkit gairahnya. Dia pun mendekati THD dan keduanya ikut mempraktikkan adegan panas yang dilakukan pasangan mereka.

Saat tengah asyik dimabuk birahi, tim dari Polda Jatim langsung menggedor pintu. Mereka berhenti, terbirit-birit mengambil pakaian mereka masing-masing. Namun sayang, pintu sudah keburu didobrak, dan mereka tak berkutik.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian dalam dan kondom.

Di Mapolda Jawa Timur, Senin, (16/4/2018), para anggota yang ditangkap ini dihadirkan. Mereka mengenakan penutup kepala dan berkacamata hitam. 

Kepada penyidik, THD mengaku bahwa komunitas seks menyimpang itu dibuat sejak 2013. Anggota dijaring melalui grup tertutup bernama Sparkling. Mereka yang menjadi anggota adalah pasutri yang memiliki orientasi sama dalam hal fantasi liar hubungan seksual. Karena itu, tidak ada paksaan dalam aktivitas mereka.

Ada juga suami anggota grup itu bergabung, karena ingin memompa gairah bercinta. Si suami terangsang hebat, bila melihat istrinya berhubungan badan dengan pria atau suami orang lain.

Saat terangsang itulah, si suami baru menyentuh istri sahnya. "Tidak ada transaksi apapun, ini lebih pada fantasi saja," kata Kepala Sub Direktorat Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Yudhistira Midyahwan menirukan ucapan THD. 

Anggota grup fantasi seks liar itu, berasal dari sejumlah daerah di Jatim. Hasil penyidikan sementara, anggota grup berjumlah 28 orang. Mereka berasal di antaranya, dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, Jember, Nganjuk, dan Kertosono.

"Syarat jadi anggota harus punya surat nikah. Jadi, ini anggotanya suami-istri sah," kata Yudhistira.