Senin, 16 April 2018 21:40 WITA

Tukar Pasangan, 6 CD dan 3 BH Diamankan

Editor: Aswad Syam
Tukar Pasangan, 6 CD dan 3 BH Diamankan
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, JAWA TIMUR - Polda Jawa Timur berhasil menggulung perilaku seks menyimpang, bertukar pasangan atau swinger. Polda juga menetapkan ION (53), warga Surabaya, Jawa Timur sebagai tersangka.

Saat itu, Polda Jatim mendapatkan informasi dari masyarakat, soal adanya perilaku seks menyimpang di sebuah hotel.

Berbekal informasi tersebut, petugas kemudian menggerebek salah satu hotel di Malang. Ternyata benar, saat digerebek kegiatan tukar pasangan itu sedang berlangsung.

Dalam kegiatan tukar pasangan itu, beberapa pasangan melakukan seks bersama-sama di hotel, serta tidak ada persyaratan uang karena murni dari fantasi seksual yang sama.

Dalam pengungkapan itu, selain menetapkan ION sebagai tersangka utama, Polda Jatim mengamankan lima orang lain, yakni RL (49), SS (47), WH (51), DS (29) dan AG (30).

Selain mengamankan beberapa tersangka, juga turut diamankan barang bukti berupa empat kondom belum terpakai, enam celana dalam, tiga BH, satu telepon genggam, satu handuk dan dua seprei.

"Dari hasil penyidikan, kegiatan ini sudah berlangsung lama dari tahun 2013 namun baru bisa diungkap. Anggota memang cukup banyak tapi mereka putus sambung. Jadi siapa yang bisa dan siap untuk hari ini janjian akan dilakukan," kata Kasubdit Renakta Polda Jatim AKBP Yudhistira Widyawan, sebagaimana dilansir Merdeka, Senin (16/4/2018).

Yudhistira mengatakan, tersangka ION telah membuat grup WhatsApp bernama "Sparkling" beranggotakan komunitas yang memiliki persamaan untuk berfantasi melakukan tukar pasangan.

"Perilaku seks menyimpang ini melibatkan pasangan resmi. Untuk masuk dalam pesta, syaratnya haruslah pasangan resmi dan mempunyai buku nikah," ujarnya.

Sparkling beranggotakan 28 orang yang berasal dari daerah-daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, Jember, Nganjuk, Kertosono. Selain WhatsApp mereka juga berhubungan dengan pasangan swinger melalui media sosial Twitter.

Atas perbuatannya, tersangka diancam tindak pidana dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, sebagaimana pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama satu tahun empat bulan.