Senin, 16 April 2018 18:27 WITA

Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,2 Miliar atasi Gepeng di Jeneponto

Penulis: Azwar Basir
Editor: Adil Patawai Anar
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,2 Miliar atasi Gepeng di Jeneponto

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -  Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan senilai Rp 2,2 miliar untuk Kabupaten Jeneponto, untuk mengatasi Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di daerah tersebut. Bantuan ini merupakan program Kemensos tentang "Desaku Menanti".

Total bantuan yang disalurkan senilai Rp 2.232.000.000, terdiri dari bantuan Bimbingan Sosial Keterampilan sebesar Rp 50 juta untuk 50 KK, masing-masing sebesar  Rp 1.000.000. Bantuan Bahan Baku Rumah (BBR) senilai Rp1,5 miliar untuk 50 KK masing-masing Rp30 juta. Kemudian, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif senilai Rp50 juta kepada 50 KK, masing-masing Rp5.000.000.

“Program ini hakekatnya untuk mengatasi kemiskinan dengan memberantas akar masalahnya. Pemerintah pusat dan daerah bersinergi  memberdayakan gelandangan dan pengemis dengan mengembalikan mereka ke desa,” kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Sumarsono.

Sementara pemilihan lokasi di Kabupaten Jeneponto tidak lepas dari studi kelayakan yang sudah dilakukan berdasarkan kriteria tertentu. Selain itu juga, karena  potensi daerah itu sendiri yang memiliki banyak gepeng.

“Dalam arti, dukungan dan komitmen dari internal pemerintah Kabupaten Jeneponto memang sangat terasa. Setelah kita pergi ke beberapa tempat ternyata  Jeneponto  memiliki komitmen  luar biasa. Dukungan juga datang dari pemerintah provinsi,” kata Edi.

Menurutnya, Gepeng ini akan diberikan pelatihan tentang bagaimana menghasilkan uang tanpa harus dengan mengemis.

"Namun mereka tentu harus ada persiapan kebutuhan dasar untuk mereka. Dalam hal ini mereka perlu memiliki tempat hunian yang layak, perlu usaha ekonomi produktif. Nah inilah yang kita siapkan di sini," tuturnya.

Sementara itu, Program  “Desaku Menanti” bertujuan mencabut akar kemiskinan serta pemenuhan kebutuhan dasar baik sandang, pangan dan papan.

Program ini merupakan pola penanganan gelandangan dan pengemis yang melibatkan enam unsur sekaligus serta sebuah model program dengan pendekatan dan strategi mencabut persoalan yang dihadapi gelandangan dan pengemis dari akarnya.