Senin, 16 April 2018 16:24 WITA

Pasangan Belia Batal Ijab Kabul, Begini Penjelasan Penghulu KUA Bantaeng

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Abu Asyraf
Pasangan Belia Batal Ijab Kabul, Begini Penjelasan Penghulu KUA Bantaeng
Pasangan Syamsuddin dan Fitrah Ayu.

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Pasangan belia Bantaeng, Syamsuddin (15) dan Fitrah Ayu (14) benar-benar batal ijab kabul hari ini, Senin (16/4/2018). Mereka harus menunggu sepekan untuk resmi menjadi pasangan suami istri yang diakui pemerintah.

Penghulu fungsional KUA Kecamatan Bantaeng, Syarif Hidayat mengatakan, ijab kabul belum bisa dilaksanakan bukan karena faktor usia. Sesuai ketentuan, pendaftaran dan waktu pelaksanaan akad nikah harus berjarak 10 hari.

"Kurang dari itu, harus ada dispensasi dari kecamatan," jelas Syarif, Senin (16/4/2018).

Persoalannya, hingga sore ini, kedua calon pengantin tersebut gagal mendapatkan surat dispensasi dari camat setempat.

Menurut Syarif, surat dispensasi dari Pengadilan Agama berbeda dengan dispensasi camat. "Kalau dispensasi dari Pengadilan Agama itu izin untuk boleh menikah di bawah umur," ujarnya.

Meski demikian, pasangan belia itu tidak perlu khawatir. Jika jarak pendaftaran sudah mencapai 10 hari, maka ijab kabul sudah bisa dilaksanakan walaupun tidak ada dispensasi dari camat.

"Kalau tidak dilaksanakan hari ini, hari Senin depan juga sudah bisa (ijab kabul), tanpa dispensasi dari kecamatan," terang Abu Ahmad, sapaan Syarif Hidayat.

Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi prosedur pelayanan dalam kelengkapan berkas. "Jadi ini bukan masalah umurnya, tetapi rentang waktu pendaftaran pernikahan dan pelaksanaan ijab kabul," katanya.

Setelah mendaftar, KUA akan mengumumkan kehendak nikah atau yang dikenal dengan format model NC. "Dalam masa itu, kita umumkan, jika ada yang menyatakan keberatan, itu bisa," pungkasnya.