Senin, 16 April 2018 13:31 WITA

Tak Disangka, Segini Uang Panaik Pengantin Belia di Bantaeng

Editor: Abu Asyraf
Tak Disangka, Segini Uang Panaik Pengantin Belia di Bantaeng
Pasangan Syamsuddin dan Fitrah menunggu penghulu di KUA Bantaeng, Senin (16/4/2018).

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Meski masih tergolong kanak-kanak, lamaran Syamsuddin (15) kepada wanita pujaannya, Fitrah Ayu (14) tidak berbeda dengan pernikahan kebanyakan.

Dalam tradisi masyarakat Sulawesi Selatan, uang panaik kerap juga disebut uang belanja. Uang itu biasanya dipakai untuk membiayai resepsi pernikahan di rumah pengantin wanita. Uang panaik tidak termasuk biaya resepsi di rumah pengantin laki-laki lain lagi.

Makanya, pengantin laki-laki harus menyiapkan dana besar karena harus membiayai dua pesta sekaligus.

Sementara mahar yang menjadi syarat dalam agama, kebanyakan berbentuk barang tidak bergerak, misalnya tanah.

Lalu, berapa uang panaik Syamsuddin kepada Fitrah? Sannah, ibunda Syamsuddin, mengatakan, pihaknya menyerahkan uang Rp10 juta kepada calon menantunya itu.

"Ada juga beras 200 liter dan tanah lima are," jelas Sannah saat ditemui di KUA Kecamatan Bantaeng, Senin (16/4/2018).

Rencananya, Syamsuddin dan Fitrah menikah di KUA hari ini. Namun, kemungkinan batal karena belum mengantongi dispensasi dari camat Bantaeng.

"Iya, kami akan urus untuk dispensasi camatnya atau menikah 10 hari kemudian," ujar Syamsuddin yang didampingi Fitrah.

Keduanya diketahui telah melangsungkan resepsi pernikahan lebih sebulan yang lalu, walau belum menikah secara resmi. Rencananya, usai menikah di KUA, mereka akan tinggal di rumah orang tua Syamsuddin di Ersayya, Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Bantaeng.

Syamsuddin mengaku akan bekerja keras untuk menghidupi istrinya lagi. Remaja yang berhenti sekolah saat kelas 5 SD ini mengaku tidak ingin lagi melanjutkan sekolah. "Kalau saya hanya ingin fokus kerja saja," katanya.