Senin, 16 April 2018 10:33 WITA

Akom Bantaeng Segera Difungsikan, Pelaku Industri Mesti Berperan Aktif

Editor: Nur Hidayat Said
Akom Bantaeng Segera Difungsikan, Pelaku Industri Mesti Berperan Aktif
Rapat Persiapan Penyelenggaraan Akademi Komunitas (Akom) di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin (16/4/2018).

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah menggelar Rapat Persiapan Penyelenggaraan Akademi Komunitas (Akom). Rencananya akan segera difungsikan dan proses pendaftaran mahasiswa baru dibuka sekitar September 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Mudjiono.

"Akademi Komunitas Bantaeng ini adalah 1 dari 5 Akom yang kami bangun dan kembangkan di Indonesia, masing-masing Akom Morowali, Politeknik Furniture Kendal, Politeknik Petrokimia yang sebelumnya di Batu Licin, dan terakhir Akom Jember yang menjadi salah satu milik Ristek Dikti yang dikerjasamakan dengan kami. Tahapan pendaftaran dimulai sekitar Mei 2018 dengan beberapa proses persiapan hingga dibuka pendaftaran," jelas Mudjiono di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin (16/4/2018).

Dirinya memaparkan, bahwa pelaku industri diminta berperan aktif terhadap keberadaan Akom Bantaeng. Tak hanya menerima alumni Akom sebagai tenaga kerja, namun diharapkan menjadi bagian penting sejak dimulainya perekrutan calon mahasiswa. Berlanjut sampai perkuliahan dan pada akhirnya industri menampung alumni Akom Bantaeng sebagai karyawan pada perusahaan yang ada dalam Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). 

Pasalnya Akom Bantaeng akan melahirkan tenaga kerja by order berdasar kebutuhan industri khususnya di Kabupaten Bantaeng.

"Ini Akom negeri, bukan swasta karena miliknya pemerintah. Kita siapkan beasiswa untuk uang kuliah. Saya minta pelaku industri masuk dan bersama-sama mengembangkan Akom. Ini kunci Akom yang kita bangun dalam Kawasan Industri Bantaeng. Kita targetkan mulai September kuliah perdana," ungkapnya.

"Nanti kita undang Menteri Perindustrian datang ke sini. Saya berharap Akom Bantaeng ini jadi banchmark-nya Indonesia yang benar-benar menerapkan dual sistem pendidikan," harapnya.

Sementara itu, Plt Bupati Bantaeng, Muhammad Yasin,  mengungkapkan Akom dan kawasan industri di Bantaeng tidak datang begitu saja. 

"Dasar hukumnya berawal lahirnya Undang-undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) yang berlaku efektif Januari 2015. Di mana diharuskan mengolah telebih dulu hasil tambang di dalam negeri sebelum diekspor. Ini disikapi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan membangun smelter. Tentunya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pengentasan kemiskinan," terangnya.

Persiapan guna mematangkan beroperasinya Akom Bantaeng ini, Yasin mengatakan, sangat penting untuk segera melakukan langkah konkret. Pemerintah daerah bersama-sama dengan pelaku industri dan Akom itu sendiri bersinergi agar tenaga kerja yang dihasilkan sesuai kebutuhan dengan standar kompetensi yang diharapkan.

Turut hadir dalam Rapat Persiapan Penyelenggaraan ini di antaranya Direktur Pengembangan Wilayah Industri I Ditjen PPI Kemenperin, Arus Gunawan, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi SulSel, Ahmadi Akil, perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Morowali, Jajaran Politeknik ATI Makassar (ATIM), dan pengembang terkemuka di dunia dari Swiss.