Senin, 16 April 2018 10:02 WITA

Gani Sirman Ungkap Fee 30 Persen, Kabag Hukum Minta Bukti

Editor: Abu Asyraf
Gani Sirman Ungkap Fee 30 Persen, Kabag Hukum Minta Bukti
Kabag Hukum Pemkot Makassar Umar

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Makassar, Gani Sirman menyebut adanya fee alias upah 30 persen dalam pengadaan pohon ketapang. 

Seperti dimuat di beberapa media, Gani menyebut fee tersebut diberikan kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA). 

Kabag Hukum Sekretariat Kota Makassar, Umar mengaku tidak pernah melihat keterangan Gani Sirman tersebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Sulsel.

"Kita tidak tahu karena kita tidak pernah lihat BAPnya," katanya, Minggu malam (15/4/2018).

Meski demikian, pernyataan Gani Sirman tersebut ditegaskannya harus didukung bukti yang kuat atau fakta hukum. 

"Dalam proses hukum statement itu harus ada bukti dan bukti itu kan harus diuji di ranah penegakan hukum, proses pengadilan nanti," kata Umar.

"Kita pemkot senantiasa hargai proses hukum. Kita serahkan proses hukum yang berjalan. Status tersangka ditentukan penegak hukum. Pemkot Makassar dalam hal ini menghargai prosesnya," lanjut Umar.

Hingga saat ini, tersangka dugaan kasus pengadaan pohon ketapang kencana program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Gani Sirman tidak ditahan.