Senin, 16 April 2018 08:42 WITA

Mengaku Tidak Level Jadi Menteri, Abraham Samad Siap Jadi Wapres

Editor: Aswad Syam
Mengaku Tidak Level Jadi Menteri, Abraham Samad Siap Jadi Wapres
Abraham Samad

RAKYATKU.COM,YOGYAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad kembali menyatakan diri siap menjadi wakil presiden jika diberi amanah. Dia enggan jika hanya ditawari jadi menteri. Apa alasannya?

Tokoh asal Makassar itu mengatakan, jika dirinya menjadi menteri, dia khawatir menurunkan muruah KPK. Bagi Abraham, KPK lebih tinggi kedudukannya dibandingkan menteri.

"Nanti marah anak-anak KPK kalau saya menurunkan muruah lembaga itu sendiri," kata Abraham dalam acara "Abraham Samad Bicara Arah Bangsa ke depan dengan Jurnalis Jogja" di Yogyakarta Minggu malam (15/4/2018) seperti dikutip dari Antara.

Dia pun memberi contoh posisi KPK dengan menteri.

"Buktinya apa? Saya pernah menangkap orang yang dalam status menteri tiga orang, Suryadharma Ali, Andi Alifian Mallarangeng, dan Menteri ESDM Jero Wacik. Semuanya (saat itu) menteri aktif. Itu fakta bahwa posisi KPK itu lebih di atas menteri," kata dia.

Selain untuk menjaga muruah KPK, menurut Abraham, komitmen untuk tidak tergiur menjadi menteri dimaksudkan agar para anggota KPK tetap memiliki semangat serta kebanggaan bahwa lembaga itu luar biasa.

Abraham juga mengaku pernah menolak mentah-mentah tawaran sejumlah partai politik (parpol) yang ingin mengusung dirinya menjadi calon gubernur Sulawesi Selatan. "Kalau Abraham Samad 'an sich' bukan siapa-siapa, tetapi ada sesuatu yang melekat pada diri saya yang harus saya jaga muruahnya," kata dia.

Kendati demikian, dalam kesempatan yang sama Abraham mengaku siap jika suatu saat mendapat amanah sebagai calon wakil presiden, calon presiden, atau kembali menjadi ketua KPK. Menurut dia, sudah ada dua parpol yang mendekati dirinya terkait Pilpres 2019.

"Apapun amanah yang diberikan rakyat kepada saya maka itu menjadi kewajiban konstitusi saya. Tidak satupun warga negara yang ketika diberi amanah dia menolaknya. Kalau dia menolak berarti dia lari dari tugas dan itu pantangan bagi saya," kata dia.