Kamis, 12 April 2018 18:52 WITA

Kejati Terima Pelimpahan Tahap Dua Tujuh Tersangka Driver Grab Penumpang 'Tuyul'

Penulis: Himawan
Editor: Adil Patawai Anar
Kejati Terima Pelimpahan Tahap Dua Tujuh Tersangka Driver Grab Penumpang 'Tuyul'

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah menerima pelimpahan tujuh tersangka, pengemudi Grab penumpang "Tuyul"  dari penyidik Cyber Crime, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel.

Salah satu Jaksa Penuntut Umum, Achmad Syauki mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan tahap dua tersangka beserta barang bukti kasus tersebut.

"Kita sudah terima pelimpahannya, dari penyidik Polda,"ujar Achmad Syauki saat ditemui, Kamis (12/4/2018).

Dengan pelimpahan ketujuh terdakwa itu, secara otomatis kewenangan perkara sudah bukan lagi menjadi kewenangan penyidik, melainkan telah menjadi kewenangan JPU.

Untuk pelimpahan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Makassar, Syauki mengungkapkan akan secepatnya melimpahkan perkara tersebut.

"Kita tinggal melengkapi berkas dakwaannya," pungkasnya.

loading...

Sebelumnya polisi mengamankan tujuh pelaku pengemudi Grab yang beroperasi menggunakan penumpang 'Tuyul' (fiktif) agar mencapai target. Mereka (tersangka) tidak menjalankan pekerjaan seperti yang diatur dalam aplikasi milik, PT Solusi Transportasi Indonesia.

Tujuh tersangka berinisial IGA (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KFP (24), TR (24) dan TB (25). Semua pelaku terdaftar sebagai pengemudi Grab, namun saat beroperasi mereka menggunakan penumpang fiktif agar mencapai target.

Tak hanya menggunakan penumpang fiktif, para pengemudi angkutan online ini dalam beroperasi juga melakukan kecurangan. Mereka memanipulasi pendeteksi lokasi mereka agar tidak diketahui oleh perusahaan Grab. Keuntungan mereka sejak saat itu mencapai Rp 50 juta. 

Terkait kasus tersebut, barang bukti yang diamankan diantaranya lima unit mobil berbagai jenis, 50 buah telepon genggam, tujuh buah kartu ATM, tiga buah modem, dan catatan log kegiatan ilegal akses mereka. 

Akibat tindakan mereka, ketujuh pemuda ini diancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp12 miliar sesuai yang tertuang dalam Pasal 30 juncto Pasal 46 subsider pasal 35 juncto pasal 51 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transksi dan Elektronik subsider pasal 378 KUHP. 

Tags
Loading...
Loading...