Rabu, 11 April 2018 13:15 WITA

Setelah Suami, Giliran Mertua Dian Sastro Digarap KPK

Editor: Aswad Syam
Setelah Suami, Giliran Mertua Dian Sastro Digarap KPK
Adiguna Sutowo (kiri). Sumber: merdeka

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Suami Dian Sastro, Maulana Adiguna Sutowo, sudah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tadi giliran mertuanya, Adiguna Sutowo, yang kembali dipanggil penyidik KPK untuk memberi keterangan terkait kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (11/4/2018) mengatakan, Adiguna akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah Satar.

Adiguna sebelumnya, pernah diberi surat panggilan oleh KPK sebagai saksi untuk Emirsyah pada Selasa, (20/3/2018). Namun, dia mangkir karena sakit, sehingga pemanggilannya dijawal ulang.

Pemeriksaan terhadap Adiguna diduga untuk mendalami PT Mugi Rekso Abadi, kelompok usaha ini didirikan Adiguna bersama tersangka Soetikno Soedarjo.

KPK menduga kelompok usaha tersebut bersinggungan dengan kasus suap kepada mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Selain Adiguna, KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap empat saksi lainnya. Mereka adalah Direktur Teknik PT Citilink M. Aruan, President Commisioners PT Samuel Sekuritas Indonesia Suharta Herman Budiman, mantan VP Network PT Garuda Indonesia Risnandi, dan mantan EVP Engineering, Maintenance, and Information System PT Garuda Indonesia Sunarko Kuntjoro.

Loading...

"Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk ESA," imbuh Febri seperti dilansir merdeka.

Dalam kasus suap ini, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo yang merupakan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA).
Emirsyah Satar dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan USD180 ribu atau senilai total Rp20 miliar.

Ia juga diduga menerima barang senilai USD2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia, dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 di PT Garuda Indonesia.

KPK menduga, pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura.

Loading...
Loading...