Senin, 09 April 2018 18:16 WITA

Oknum Brimob pukul Wartawan, Polda Sulsel Minta Maaf

Editor: Adil Patawai Anar
Oknum Brimob pukul Wartawan, Polda Sulsel Minta Maaf

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel membantah adanya kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob terhadap wartawan di DPRD Kota Makassar, Senin (9/4/2018).

"Tidak ada penganiayaan wartawan," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.  

Dicky menjelaskan, saat itu aparat kepolisian hanya melakukan pembubaran massa yang mulai anarkis karena memaksa masuk ke dalam kantor DPRD Kota Makassar. 

"Saat pembubaran massa yg akan memaksa masuk gedung DPRD terjadi dorong-dorongan," sambung Dicky. 

Menurutnya, polisi yang melakukan pengamanan itu tidak mengetahui bahwa di tengah-tengah kerumunan massa ada seorang wartawan.

"Polisi juga tidak tau ada wartawan saat terjadi dorong-dorongan dengan massa," lanjutnya. 

Meski kejadian ini menurut Dicky bukanlah hal yang disengaja, juru bicara Polda Sulsel itu tetap meminta maaf. 

"Kami Polda Sulsel minta maaf atas ketidak sengajaan petugas Polri dalam mengamankan unras yang mengakibatkan adanya awak media yang cedera," Dicky tambahnya.

Sementara Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Adeni Muhan mengatakan, peristiwa yang terjadi di DPRD Kota Makassar tak semestinya terjadi.

"Masalah yang seharusnya tidak boleh terjadi namun apa daya itu sudah keputusan Allah SWT  yang jelas kami minta maaf dan bertanggung jawab untuk hal ini," ungkap Muhan.

Sebelumnya, wartawan lokal berinisial AN ikut mendapat pukulan saat meliput aksi di kantor DPRD Makassar.

"Saya ditendangi dan dipukul padahal saya sudah bilang saya wartawan. saya juga pake Id Card," jelasnya.