Jumat, 17 Juni 2016 19:56 WITA

Korban Pencabulan Oknum Imam Desa Mengadu ke DPRD

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sulaiman Abdul Karim
Korban Pencabulan Oknum Imam Desa Mengadu ke DPRD

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - NW (23) korban pelecehan seksual oknum imam desa di Gowa, mengadu ke DPRD Kabupaten Gowa, Jumat (17/6/2016). NW didampingi puluhan keluarganya dan Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak‎, Hasniati Hayat. 

Ketua Komisi I DPRD Gowa, Muh Yusuf Harun bersama dengan Wakil Ketua Komisi I, Andi Hikmawati Kumala Idjo menerima aduan NW di Ruang Paripurna DPRD Gowa.

Sebelumnya, ‎NW melaporkan peristiwa yang menimpanya melapor di Polsek Bungaya dengan nomor LP/17/IV/2016/Res Gowa/Sek Bgy tertanggal 13 April. Namun, karena kejadiannya di Makassar, Polsek ‎Bungaya meminta korban melaporkan kejadian yang dialami di Polrestabes Makassar. 

"Jadi saya melapor lagi di Polrestabes‎ Makassar dengan nomor LP/973/IV/2016/POLDA SULSEL/RESTABES MKSR tertanggal 16 April. Tapi katanya polisi tidak cukup bukti karena tidak ada saksi. Ini sudah dua bulan mi tidak ada hasil, pelaku juga masih berkeliaran," aku NW.

loading...

Oleh karena itu, ia berharap DPRD Gowa khususnya Komisi I bisa menyelesaikan kasus ini. Ia meminta oknum imam desa Paranglompoa, KM (50) dicopot dari jabatannya sebagai dan diproses secara hukum.

Ketua Komisi I DPRD Gowa, ‎Muh Yusuf Harun berjanji akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. "Kami akan kawal ini. Dan kami akan minta Kementerian Agama beserta pihak terkait ‎untuk mengusut tuntas kasus ini," katanya.

Hal tersebut juga disampaikan, Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Gowa, Hasniati‎ Hayat. Ia mengatakan kasus pelecehan seksual banyak yang tidak tersentuh oleh hukum. "Salah satunya kasus ini. Jadi kami akan mengawal ini sampai tuntas. Apa lagi ini sudah dua bulan kasusnya. Sementara pelaku masih saja berkeliaran. Ada apa dengan polisi?" katanya.

Loading...
Loading...