Jumat, 06 April 2018 14:00 WITA

8.400 Hari Ahok Merawat Cinta, Berawal dari Injak Kaki, Berakhir di Gigi Patah

Editor: Aswad Syam
8.400 Hari Ahok Merawat Cinta, Berawal dari Injak Kaki, Berakhir di Gigi Patah
Veronica-Ahok

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Kalender Masehi pada saat itu menunjuk ke angka 1994, Basuki Tjahaja Purnama genap berusia 26 tahun pada 29 Juni 1994. Dalam usia itu, pria yang akrab disapa Ahok itu, aktif di kegiatan kepemudaan di gereja Kristus Jemaat di Kawasan Mangga Besar, Jakarta. Selain itu, dia juga sudah bekerja.

Suatu hari, pada 1994 itu, dalam sebuah kegiatan, karena terburu-buru, tanpa sengaja kaki Ahok menginjak kaki seorang gadis sweet seventeen yang juga aktif di gereja Kristus Jemaat di kawasan Mangga Besar. Ahok belum melepas kakinya ketika matanya terus menatap gadis itu.

Ketika gadis itu meringis, barulah Ahok sadar, kakinya ada di atas kaki gadis itu. Ahok makin terpukau dengan gadis itu, ketika dia mendengar denting-denting piano yang lahir dari tarian jari jemarinya di atas tuts. Dari informasi teman-temannya, dia kemudian tahu kalau gadis 17 tahun itu bernama Veronica Tan, berasal dari Medan, Sumatera Utara.

Mereka berkenalan sejak itu, Ahok hanya sebatas mengagumi, tak pernah mengungkap perasaannya. Dia menjadi pecinta rahasia.

Hingga pada pada suatu hari di kalender 1997, penyakit ayah Ahok, Indra Tjahaja Purnama menderita kanker stadium akhir. Indra memanggil putranya dan mengabarkan dia ingin melihat Ahok menikah sebelum mengembuskan nafasnya. Saat itulah, Ahok memberanikan diri mendatangi kediaman orang tua Veronica Tan dan mengajukan lamaran.

Masa-masa Manis Ahok-Vero

Saat itu, usia Ahok sudah 30 tahun dan Vero 21 tahun. Awalnya, Vero tak bersedia karena melihat perbedaan usia. Namun melihat keberanian dan kesungguhan Ahok, Vero pun luluh. Akhirnya keduanya menikah pada 6 September 1997.

Pada saat itu, Ahok sudah memiliki perusahaan PT Nurindra Ekapersada yang dua dirikan di kampung halaman, di Belitung. Veronica Tan setia mendampingi Ahok dalam meniti kariernya, mulai dari pengusaha hingga masuk politik pada 2004 sebagai anggota DPRD Belitung Timur (2004-2009), kemudian Bupati Belitung Timur (2005-2010), anggota DPR RI (2009), lalu Wagub DKI Jakarta (2012-2014) dan Gubernur DKI Jakarta (2014-2017).

8.400 Hari Ahok Merawat Cinta, Berawal dari Injak Kaki, Berakhir di Gigi Patah

Pada 17 September 1998, Veronica Tan melahirkan buah cintanya dengan Ahok, seorang putra bernama Nicholas Sean Purnama. Pada 2001, adik Sean lahir, namanya Nathania, lalu pada 2009 ini, lahir putra ketiga Ahok, Daud Albeener.

Sampai di sini perjalanan cinta Ahok-Vero berjalan manis. Memang, ada pertengkaran yang menyelip. Ahok pernah menceritakan, jika marah, Veronica tak pernah menampakkannya lewat kata-kata kasar, wanita itu memilih diam. Dan Ahok lah yang biasa lebih dahulu mencairkannya.

"Biasa kalau dia marah, di tempat tidur kita saling memunggungi. Tapi biasanya saya setel AC ke posisi dingin, hingga kita berdempetan," ujar Ahok dalam sebuah wawancara televisi yang dipandu Rosiana Silalahi.

Loading...

Gigi Patah, Hati Ikut Patah

Pada 2010, perselingkuhan itu terkuak. Suatu malam, Sean sakit. Ahok harus menghadiri sebuah tugas terkait posisinya sebagai anggota Komisi II DPR RI, kemudian mewanti-wanti Vero agar tidak keluar-keluar. Namun, saat di gedung DPR RI, gigi Ahok patah. Dia pun kembali ke rumah. Alangkah gusarnya Ahok saat mendapati Veronica tak ada di rumah, dan dia juga tak meminta izin kepada dirinya.

"Perubahan sikap tersebut adalah ketika anak yang bernama Nicolas sakit penggugat meminta tergugat tidak pergi, namun pada malam hari tetap beraikeras diam-diam pergi ke paduan suara di Pluit," ucap Hakim Ketua Sutaji saat membacakan pertimbangan putusan cerai di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (4/4/2018).

8.400 Hari Ahok Merawat Cinta, Berawal dari Injak Kaki, Berakhir di Gigi Patah

Ahok pun mulai curiga. Dia kemudian bertanya melalui WhatsApp, dan Veronica hanya menjawab dia sedang pergi bersama perempuan yang juga dikenal Ahok. "Ternyata setelah ditelusuri, Vero tidak pergi dengan teman perempuan tetapi dengan orang yang belakangan diketahui pergi bersama Good Friend sebagai Julianto Tio," ujar Sutaji.

Sebelumnya juga disebut-sebut telah berulang kali menjalin komunikasi dengan Julianto Tio yang juga dikenal dengan nama Ahwa.

Namun di ponselnya, nama lelaki itu disamarkan sebagai "Medan Elang". Bahkan saat berbincang dengan Julianto Tio, Veronica selalu menggunakan bahasa Hokkian, bahasa yang sama sekali tidak dimengerti oleh Ahok.

Karena rasa cintanya yang besar kepada Veronica, Ahok pernah mengindahkan harga dirinya, sambil membawa Sean, dia pernah menemui Julianto Tio di sebuah rumah sakit bersalin di Jakarta. Saat itu, istri Julianto Tio tengah melahirkan. Ahok yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta, berlutut memohon kepada Julianto Tio agar menjauhi Veronica. Namun, Julianto Tio tersenyum sinis ke Ahok, dan menolak permintaan Ahok.

Malah yang lebih menyakitkan, saat menjenguk Ahok di Rutan Mako Brimob yang dipenjara karena kasus penodaan agama, Veronica sempat video call dengan Julianto Tio.

Ahok sering curhat kepada keluarganya, tentang perlakuan Veronica. Namun, pihak keluarga lebih mempercayai Vero. Hingga pada November 2017, adik Ahok, Fifi Letya Indra, memergoki Veronica sedang jalan dengan Julianto Tio di Singapura.

Saat Ahok menanyakan itu, Veronica lebih dahulu marah dan mengancam akan menceraikan Ahok. Atas pertimbangan itu, Ahok kemudian tak tahan lagi. Dia mengubur rasa cintanya dalam-dalam, dan menggugat cerai Veronica ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 5 Januari 2018.

Rabu, 4 April 2018 kemarin, Ketua Majelis Hakim, Sutadji mengetuk palu, memutus tali suci yang diikat pada 6 September 1997 silam itu. Veronica kini bebas. Mungkin di suatu tempat, pada Rabu 4 April itu, Ahwa sedang tertawa. 

Loading...
Loading...