Jumat, 06 April 2018 06:00 WITA

Tarif Baru, KPPU Ingatkan Grab dan Go-Jek Jangan Main Mata

Editor: Nur Hidayat Said
Tarif Baru, KPPU Ingatkan Grab dan Go-Jek Jangan Main Mata
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Taufik Ahmad, mengatakan pengesahan tarif baru ojek daring atas permintaan pengemudi tidak akan dilakukan tergesa-gesa.

Menurut Taufik, berbagai pihak harus memperhatikan banyak aspek agar tetap bisa sejalan dalam melayani konsumen. "Jangan sampai nanti pas sudah naik harganya, tahunya malah ketinggian. Malah keberatan," kata Taufik dikutip CNNIndonesia.com. 

Taufik pun menyarankan agar aplikator Go-Jek dan Grab melihat peta persaingan tidak hanya pada moda transportasi sejenis atau antara sesama daring. Akan tetapi, turut memperhatikan dari sisi transportasi konvensional.

"Itu yang harus mereka rumuskan sendiri. KPPU melihatnya biarin mereka diskusi secara independen untuk rumusin tarif yang diinginkan. Karena mereka juga punya kebijakan berbeda dan tidak sama," jelas Taufik.

Taufik berharap dalam hasil akhir nanti keduanya, Go-Jek dan Grab, dapat tetap bersaing sebagai dua perusahaan besar transportasi daringdi Indonesia. Dan, jangan sampai ada "main mata" yang dilakukan keduanya untuk tarif baru.

loading...

"Kami harapkan tetap ada persaingan. Mereka tidak boleh berunding menetapkan tarif oleh pelaku usaha, karena dilarang. Masing-masing bebas menetapkan tarif, tapi kami berharap operator aplikasi memperhatikan tuntutan pengemudi," ujar Taufik.

Sebelumnya, bersama dengan pemerintah (Kemenhub dan Kominfo), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan aplikator, pengemudi ojek daring telah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas masalah tersebut. 

Dalam pertemuan terakhir, Rabu (4/4/2018), diperkirakan keputusan mengenai tarif baru akan keluar pada Sabtu (6/4/2018).

Gabungan Aksi Roda Dua atau Garda (aliansi pengemudi ojek daring) mengajukan ke pemerintah mengenai besaran tarif bawah sebesar Rp3.250 per kilometer, sementara atas Rp3.500 per kilometer.

Loading...
Loading...