Selasa, 03 April 2018 20:00 WITA

Sebagian Warga Jatim Tolak Jokowi Jadi Presiden, Ini Temuan Indo Barometer

Editor: Abu Asyraf
Sebagian Warga Jatim Tolak Jokowi Jadi Presiden, Ini Temuan Indo Barometer
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari

RAKYATKU.COM - Indo Barometer merilis hasil survei terbaru tentang calon presiden potensial. Survei dengan responden Jawa Timur ini antara lain menemukan bahwa 18,3 persen warga tak menginginkan Jokowi kembali jadi presiden pada periode 2019-2024.

Sebaliknya, terungkap bahwa 68,6 persen masyarakat Jawa Timur menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden untuk periode kedua. 

Hal itu sejalan dengan tingkat kepuasan masyarakat Jawa Timur terhadap kinerja Joko Widodo sebagai presiden. Tercatat 81,5 persen responden mengaku puas. Hanya 16,4 persen yang menyatakan tidak puas.

Survei tersebut dilaksanakan di 38 kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur sejak tanggal 29 Januari-4 Februari 2018. Jumlah responden sebanyak 800 orang dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,46 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data, wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari memaparkan bahwa dalam pertanyaan terbuka, Presiden Joko Widodo unggul terhadap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang paling banyak dipilih di Jawa Timur. 

Jokowi dipilih 56,5 persen responden. Sedangkan Prabowo hanya 22 persen. Pemilih yang menyatakan belum memutuskan atau tidak menjawab sebesar 16,3 persen.

loading...

"Jadi kita lihat trennya cukup jauh. Kalau dilihat dari Pilpres 2014, Pak Jokowi mengalami penguatan basis di Jawa Timur, dulu kan dia menang tapi selisihnya enggak jauh, kalau sekarang selisih surveinya cukup jauh," ujar Qodari saat merilis hasil survei terbaru di FX Sudirman, Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/4/2018).

Dalam simulasi terhadap 17 nama calon presiden, Qodari memaparkan bahwa Jokowi juga unggul sebagai calon presiden yang banyak dipilih dengan porsi 64,3 persen. Posisi kedua, Prabowo dengan angka 22,8 persen. 

Kandidat capres lainnya berada di bawah dua persen. Di sisi lain responden yang belum belum memutuskan atau tidak jawab mencapai tujuh persen. 

"Kalau simulasi terhadap tujuh nama calon presiden, calon yang paling banyak dipilih tetap Joko Widodo 65,9 persen. Kemudian Prabowo 23,8 persen," ujarnya.

Adapun capres lainnya seperti Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen, Anies Baswedan 0,9 persen, Gatot Nurmantyo 0,8 persen, Jusuf Kalla 0,1 persen, Sementara persentase tidak akan memilih, belum memutuskan, atau tidak menjawab sebesar tujuh persen. 
 

Loading...
Loading...