Jumat, 30 Maret 2018 16:19 WITA

Tolak Seks karena Dibayar Uang Palsu, Ladies Escort Diperkosa

Editor: Aswad Syam
Tolak Seks karena Dibayar Uang Palsu, Ladies Escort Diperkosa
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, WAYNESBORO - Polisi sedang menyelidiki kasus pemerkosaan seorang wanita pendamping atau ladies escort di Waynesboro, Inggris, setelah dia dibayar dengan uang palsu untuk melakukan hubungan seks. Demikian dilansir dari newsleader.

Kepada polisi, wanita cantik itu menceritakan, dirinya mengiklankan secara daring, layanan sebagai wanita pendamping atau ladies escort untuk kegiatan-kegiatan pameran. Seorang pria dari Waynesboro, kemudian mendapatkan nomornya dan mereka bertransaksi untuk hubungan intim.

Senin (26/3/2018) lalu, dia bertemu dengan seorang pria di Waynesboro. Mereka sebelumnya bertransaksi untuk hubungan seks, dan telah setuju untuk harga USD800 atau sekitar Rp11 juta.

Wanita itu mengatakan dia bertemu dengan pria itu dan pergi ke ruang bawah tanah sebuah rumah di South Delphine Avenue. Sebelum tindakan seks diatur, wanita itu mengatakan pria itu berusaha untuk membayarnya, tetapi dia segera menyadari bahwa itu uang palsu. 

Wanita itu kemudian menolak berhubungan seks, dan mencoba keluar dari kediaman. Namun, pria itu merebut ponsel dan kunci kendaraannya, dan diberitahu bahwa dia tidak bisa pergi. 

Pria itu kemudian melepas pakaiannya dan memperkosanya.

Namun kata wanita itu, pelaku masih sempat menggunakan kondom saat memperkosa dirinya. Dia juga mengatakan ada pistol di ruang bawah tanah.

Sebelum meninggalkan rumah, wanita itu mengambil foto identitas pria itu dan mengantongi kartu Jaminan Sosialnya, yang diserahkannya ke polisi. Pihak berwenang memperoleh surat perintah penggeledahan untuk rumah pria itu, di mana mereka menyita beberapa tagihan USD100, enam ponsel, kaset VHS, thumb drive dan kondom yang digunakan, sesuai dengan perintah penggeledahan. Catatan pengadilan tidak menunjukkan apakah tagihan itu palsu.

Tidak ada tuntutan yang diajukan dan penyelidikan sedang berlangsung.