Kamis, 16 Juni 2016 09:37 WITA

Puasa Ujian Kejujuran Diri (7)

Peristiwa Kehilangan Sendal

Editor: Almaliki
Peristiwa Kehilangan Sendal

Oleh Armin Mustamin Toputiri

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Seperti biasa, setiap kali Ramadhan tiba, Gubernur Sulsel menunaikan hajat berbuka puasa bersama di rumah jabatan---rumah peninggalan mendiang kolonial Belanda yang populer disebut “Gubernuran”---diikuti sejumlah jajaran pejabat pemerintah daerah, baik sipil juga militer, termasuk berbagai tokoh dan lapisan masyarakat umum lainnya di Makassar.

Acara berbuka puasa bersama yang diselenggarakan dua hari lalu, merupakan tahun yang kedelapan bagi pejabat Gubernur Sulsel saat ini, mulai sejak terpilih pada periode pertama, hingga pertengahan periode kedua saat ini. Dan setiap kali hajat tersebut ditunaikan, selalu saja dipadati undangan, tak terkecuali acara berbuka puasa yang ditunaikan dua hari lalu.

Sejak mula pertama ditunaikan, hingga tunaian yang kedelapan, saya termasuk salah satu di antara undangan yang tak pernah alpa. Tetap setia menghadirinya. Tak ada maksud lain, semata murni karena saya memang termasuk yang terundang, maka tak ada penghalangbagi saya untuk tetap hadir. Selebihnya sebagai momentum membina tali silaturrahim.

Tapi tahun ini, kehadian saya mengalami suatu peristiwa yang saya lebih suka menyebutnya peristiwa maha penting. Kisahnya, usai mengikuti acara berbuka puasa, para undangan lebih awal pamit pulang, sementara saya masih larut mendengar perbincangan Gubernur dengan sekian pejabat daerah. Tapi saat saya juga pamit, sendal saya tak ada di tempatnya ditaruh.

Loading...

Sendal yang saya taruh di antara tumpukan sendal para undangan yang lebih dulu pamit pulang, coba dicari petugas kebersihan, tapi tak juga ditemukan. Sambil tetap mencari, para petugas mencoba menyakinkan saya jika tak mungkin ada orang yang berani berbuat salah di rumah jabatan itu.

Saya memercayai, karena saya seringkali berada di sana tanpa tersisa masalah. Sekian waktu dicari, sendal saya tetap tak ditemukan. Namun saya tetap berprasangka baik. Mungkin ada undangan yang lebih dulu pulang, salah memakai sendal. Tapi di lubuk nurani saya yang paling dalam, sejujurnya berbisik, "mungkin di beberapa hari belakangan, ada hak milik orang lain telah saya salah gunakan." Disitulah arti maha pentingnya peristiwa ini.

Faisal-Makassar, 08 Ramadhan 1436 H/01 Juli 2015 M.

Tags
Loading...
Loading...