Kamis, 22 Maret 2018 02:00 WITA

5 Kejahatan terhadap Penumpang Wanita di Taksi Online, dari Pelecehan hingga Pembunuhan

Editor: Abu Asyraf
5 Kejahatan terhadap Penumpang Wanita di Taksi Online, dari Pelecehan hingga Pembunuhan
Mendiang Siska Rohani.

RAKYATKU.COM - Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap taksi online, ternyata disalahgunakan oknum tertentu. Hingga saat ini, tercatat lima kasus mengerikan yang melibatkan driver taksi daring.

Berikut lima kejahatan yang terjadi di taksi online seperti dikutip dari Kumparan.com:

1. Si Kembar Bunuh Wedding Organizer

Siska Rohani, seorang wedding organizer di Jakarta dibunuh oleh pengemudi taksi online Grabcar yang bernama d Fadli Nizar Himba (32) dan Fahmi Idris Himba (32). 
Diketahui, dua saudara kembar itu berprofesi sebagai pengemudi taksi online berencana merampok Siska. 

Saat mengantarkan Siska dari Hotel Casendra, Jakarta Pusat menuju Hotel Haris, Tebet, Siska tak hanya dirampok namun juga dibunuh. Kedua pelaku meminta Siska memberikan uang senilai Rp20 juta. Mereka sempat berhenti di rest area KM 34 untuk memeriksa dan mengambil uang dari 2 kartu ATM Siska.
 
Tapi, pelaku tak mendapat apa-apa karena saldo di rekening korban tidak cukup. Pelaku melanjutkan perjalanan ke arah Bogor. Sebelum pintu keluar tol, pelaku mencekik leher korban hingga tewas. 

Kini, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 Ayat (4) KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang pembunuhan dan atau pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 Tahun.

2. Penumpang Dicabuli di Dekat Bandara Soetta

Seorang penumpang perempuan dicabuli dan ditelantarkan di sekitar Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (12/2/2018). Peristiwa tersebut terjadi saat korban memesan taksi online pada pukul 04.00 WIB. Saat korban masuk ke dalam mobil, pelaku langsung menjalankan aksi pencabulannya. 

Selanjutnya korban ditelantarkan di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Ponsel milik korban juga dirampas oleh pelaku. Polisi sudah mengamankan sopir taksi online bernama Angrizal Noviandi di Bekasi, Jawa Barat. Sempat melawan, polisi akhirnya menembak kaki Angrizal.

3. Driver Todong Karyawati Bank

Seorang karyawati bank di Bandung menjadi korban penodongan oleh sopir taksi online Uber. Korban yang berinisial M (27) tahun tersebut ditodong menggunakan senjata tajam oleh si pengemudi saat berada dalam taksi. Kejadian ini terjadi pada Rabu malam (17/1/2018), sekitar pukul 19.00 WIB.

loading...

Kapolsek Cileunyi Kompol Dadan Suryanto membenarkan kejadian tersebut. 
"Korban itu naik taksi online dari daerah Setiabudi menuju ke Buah Batu. Rumahnya kan di Buah Batu. Saat masuk tol korban ditodong senjata tajam sambil dimintai handphone oleh sopir," ujar Dadan.

Berdasarkan keterangan korban, ia sempat diborgol oleh sopir dibawa ke arah tol Cileunyi. "Si sopir enggak belok ke tol Buah Batu. Dia malah membawa korban ke arah tol Cileunyi. Pas lagi antre di pintu tol korban berhasil melarikan diri. Dan si sopir kabur," kata dia. Akibatnya, korban kehilangan telepon genggam dan kartu kreditnya. 

4. Sopir Grab Perkosa Penumpang 

Seorang penumpang perempuan melapor ke polisi bahwa dirinya telah diperkosa oleh sopir taksi online, pada hari Minggu (11/6/2017) sekitar pukul 04.00 pagi, di dekat rumahnya di Seri Kembangan, negara bagian Selangor, Malaysia.

Dalam sebuah pernyataan, polisi menyebut korban tidak melakukan perlawanan karena korban sedang mabuk. Sementara pelakunya diketahui berusia 30 tahun.
Sementara itu, Grab mengatakan mereka telah melakukan pemutusan kerja sama dengan pengemudi yang bersangkutan dan mendukung keputusan polisi juga keluarga korban.

5. Penumpang Grabcar di Makasar Nyaris Diperkosa

Seorang penumpang perempuan berusa 18 tahun nyaris diperkosa oleh pengemudi Grabcar di Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu (11/10/2017). Dilansir Antara, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan membenarkan kejadian tersebut. Kasus ini bermula saat korban memesan melalui orderan melalui aplikasi GrabCar pada Senin, (9/10) pukul 16.45 WITA.

Namun bukannya membawa korban F ke tujuan, pengemudi malah membawa F ke Jalan Kemuning nomor 15, Perumahan Taman Kayangan. Setelah tiba di lokasi, korban dipaksa turun oleh pelaku dengan menarik tangannya dari mobil menuju ke dalam kamar. Di dalam kamar tersebut korban mulai dilecehkan, dan sempat didorong ke tempat tidur.

Korban lantas berontak dan menendang pelaku hingga akhirnya berhasil keluar dari rumah tersebut dan melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.   

Loading...
Loading...