Rabu, 21 Maret 2018 23:59 WITA

Dipecat Gara-gara Dituduh Tak Bayar Infak, Legislator PBB Merasa Dizalimi

Editor: Abu Asyraf
Dipecat Gara-gara Dituduh Tak Bayar Infak, Legislator PBB Merasa Dizalimi
Jumardi Haruna

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Legislator DPRD Sulsel, Jumardi Hanura Bakri angkat bicara terkait pemecatannya oleh Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Sulsel, Badaruddin P Sabang. Jumardi merasa dizalimi partainya sendiri.

“Saya dituduh tidak membayar infak sejak 2009. Bagi saya ini mencari-cari kesalahan saja. Jadi saya ini merasa dizalimi,” kata Jumardi di ruang Fraksi Umat Bersatu DPRD Sulsel, Rabu (21/3/2018).

Hal yang tidak mengenakkan bagi Jumardi, sebab dirinya sejak menjabat legislator, dianggap tidak loyal terhadap partai. Padahal, kata dia, dirinya sudah menyetor kewajibannya sebagai legislator kepada partai.

"Sangat jelas ini kejahatan demokrasi yang dia (ketua PBB Sulsel) lakukan. Saya sebenarnya tidak mau ungkapkan ini, tetapi konstituen saya di bawah yang minta, jangan tinggal diam," jelasnya.

Jumardi menyayangkan sikap yang ditunjukkan ketuanya di partai itu. Padahal, kata dia, persoalannya ini sudah selesai di mahkamah partai.

"Itukan hal yang dibikin-bikin itu. Namanya cari kesalahan, diangkatlah itu. Saya saja tidak tahu kalau dipecat. Nanti saya tahu dipecat pada saat pemanggilan di mahkamah partai," tambah dia.

Jumardi berharap DPP PBB mengetahui persoalan yang dihadapinya ini, dan mampu secara jernih melihat kondisi dinamika internal DPW PBB Sulsel.

“Pak Yusril ini identik dengan penegakan hukum. Saya yakin beliau tidak berbuat salah, karena ketidaktahuannya terhadap teman-teman DPW sehingga berbuat begitu. Dan itu bertentangan dengan ideologi partai,” pungkasnya.

Jumardi Haruna Bakri

Berita Terkait