Rabu, 21 Maret 2018 15:27 WITA

Insentif dan Promo Tak Kunjung Dibayarkan, Rantusan Mitra Demo di Kantor Grab

Editor: Adil Patawai Anar
Insentif dan Promo Tak Kunjung Dibayarkan, Rantusan Mitra Demo di Kantor Grab

RAKYATKU.COM - Kantor angkutan daring Grab di Kompleks CBD Polonia, Medan, digeruduk ratusan mitra Grabbike, Rabu (21/3/2018). Para pengemudi ojek online ini memprotes manajemen yang tidak kunjung membayarkan promo dan insentif. Mereka juga menentang kebijakan yang dinilai semakin memberatkan.

Unjuk rasa sempat diwarnai kericuhan. Para pengemudi memaksa masuk ke dalam kantor. Aksi dorong dengan petugas keamanan kantor sempat terjadi. Pengemudi bahkan sempat melempari petugas dengan botol air mineral. Situasi kembali kondusif setelah Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto menenangkan massa.

Dalam aksinya, massa pengemudi berorasi di depan kantor Grab. Mereka menuding pihak manajemen telah melakukan penipuan dengan tidak membayarkan promo dan insentif yang menjadi hak mereka.

"Kami ditipu, sudah seminggu, bahkan ada yang sudah 2 minggu, insentif dan promo yang menjadi hak kami tidak dibayarkan," kata Syamsul, salah seorang pendemo dilansir merdeka.com.

Para pengemudi ini mengaku tidak mengetahui alasan manajemen tidak membayar promo dan memberikan insentif. "Mereka buang badan. Cuma bilang ada kesalahan sistem, dan menyerahkan ke pusat," kata Syamsul.

Sejumlah pengemudi mengaku sudah mengalami masalah ini sejak 2 pekan lalu. Promo yang digunakan konsumen dan seharusnya menjadi tanggung jawab manajemen, tidak ditambahkan pada dompet tunainya. Insentif dari pencapaian mereka juga tidak diberikan keesokan harinya.

loading...

Para driver mencontohkan, jika penumpang menggunakan promo pemotongan tarif 60 persen, maka pengemudi hanya dibayar 40 persen dari tarif. Seharusnya dan biasanya 60 persen itu otomatis dibayarkan pihak manajemen ke dompet tunai pengemudi.

"Saya sudah mengalaminya 14 hari. Bukan cuma promo dan insentif yang tidak masuk, uang saya ratusan ribu juga tidak bisa diambil. Seharusnya itu bisa keluar setiap per satu hari. Tapi, sampai sekarang tidak bisa diambil di ATM," kata Cipto Pranyoto, pengemudi lainnya.

Para pengemudi sebenarnya sudah melakukan unjuk rasa di tempat yang sama pada Senin (19/3). Perwakilan manajemen pun sudah menandatangani perjanjian di atas meterai Rp 6.000 yang menyatakan akan menyelesaikan persoalan itu pada Selasa (20/3) kemarin. Namun nyatanya hak pengemudi tak kunjung diberikan.

Bukan cuma soal promo dan insentif yang menjadi keluhan pengemudi. Mereka juga memprotes semakin tingginya jumlah order yang dikerjakan sebagai syarat untuk mendapatkan insentif tertinggi.

"Sudah semakin berat, insentifnya pun tak keluar," jelas Andi.

Loading...
Loading...