Selasa, 20 Maret 2018 02:09 WITA

Kasus Korupsi APBD Sulbar Mandek, ACC Kecam Kinerja Kejati

Editor: Aswad Syam
Kasus Korupsi APBD Sulbar Mandek, ACC Kecam Kinerja Kejati
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Terkait perkembangan kasus korupsi dana aspirasi APBD Sulbar, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Salahuddin mengungkapkan, saat ini tim penyidik masih berusaha mengumpulkan bukti dari fakta hukum yang ada. 

"Penyidik bekerja sesuai fakta dengan alat bukti. Jadi semua tergantung dari fakta dan alat bukti. Kita lihat nanti aja," kata Salahuddin saat diwawancara, Senin (19/3/2018).

Salahuddin menambahkan, untuk empat pimpinan DPR yang menjadi tersangka bukan lagi kewenangan Kejati Sulsel. Hal ini dikarenakan keempatnya sudah memasuki tahap penuntutan, yang masuk dalam ranah Kejari Mamuju. Salahuddin berjanji akan merilis secepatnya, apabila ada progres dari hasil pemeriksaan saksiyang telah dilakukan oleh tim penyidik Kejati Sulsel. 

Sementara itu Direktur lembaga Anti Corrpution Committe (ACC) Sulawesi, Abdul Muttalib mengkritisi kinerja Kejati Sulsel dalam menangani kasus korupsi APBD Sulbar, yang jumlahnya mencapai angka Rp360 miliar. 

Muthalib mengatakan, dengan korupsi sebesar ini, mustahil hanya empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. 

"Modus kasus tersebut sangat jelas dan terang, yakni dengan cara membagikan dana tersebut kepada pimpinan dan 45 anggota DPRD Sulawesi Barat sangat tidak pantas dan cenderung sangat tidak profesional, jika Kejati Sulselbar hanya memproses 4 orang anggota dewan, dan membiarkan pelaku lainnya berkeliaran," ujarnya beberapa waktu lalu. 

Ia pun menambahkan, pembahasan dana APBD tersebut dilakukan dengan cara yang tidak sesuai mekanisme dalam pembahasan anggaran. Untuk itu, pihaknya mendesak Kejati Sulselbar untuk segera memproses pimpinan DPRD Sulbar yang terlibat kasus tersebut, termasuk 45 anggota dewan lainnya.

"Kejati Sulselbar harus menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan tidak terkesan tebang pilih. bukan justru mengabaikan prinsip persamaan di depan hukum," tutupnya.

Hingga saat ini, progres perkembangan kasus korupsi dana aspirasi APBD Sulbar memang belum menemukan tersangka baru. Kejaksaan Tinggi Sulsel terakhir memeriksa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) dan sejumlah Anggota DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Selasa (30/1/2018) lalu. 

Total yang diperiksa sebanyak 11 orang. Rinciannya lima orang dari TAPD masing-masing Jamal Barambangi, Agus Salim, Samid, Faika dan Habibi. Sementara enam legislator DPRD Sulbar yakni Sukri (Demokrat), Yahuda (Demokrat), Darwis (PAN), Rahim (Nasdem), Samsul Samad (Demokrat) dan Fatmawati (PAN).

Selain kesebelas orang di atas, Kejaksaan Tinggi Sulsel juga telah memeriksa mantan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh. Anwar diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi terbesar yang ada di Provinsi Sulawesi Barat ini.