Selasa, 20 Maret 2018 01:26 WITA

TKI yang Dipancung di Arab Saudi Dipaksa Mengaku Bunuh Majikan

Editor: Aswad Syam
TKI yang Dipancung di Arab Saudi Dipaksa Mengaku Bunuh Majikan
Suasana tahlilan di rumah Zaini di Bangkalan. Sumber: detik.com.

RAKYATKU.COM, BANGKALAN - Muhammad Zaini Misrin Arsyad alias Slamet (53), TKI yang dipancung di Arab Saudi, dipaksa mengaku membunuh majikannya. 

Namun, putra pertama korban, Saiful Toriq (25), tidak percaya ayahnya membunuh majikan. Itu setelah dia beberapa kali bertemu dengan ayahnya.

"Abah dicambuk kepolisian sana, agar mengaku dan Abah keceplosan mengaku membunuh," kata Saiful Toriq saat ditemui di rumah duka, Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan, seperti dilansir detik, Senin (19/3/2018).

Pengakuan ini didapatkan Saiful saat pertama kali mengunjungi ayahnya di tahanan Saudi pada 2013. "Saat itu diberitahu oleh KJRI Jeddah kalau bukan Abah saya pelakunya, tetapi anak tiri majikan Abah. Pengakuan abah itu disampaikan ke KJRI dan sudah ada upaya penangguhan, tapi nyatanya saat ini tidak ada keadilan," ungkapnya.

Saat kejadian, lanjut Saiful, ayahnya sedang bersama seorang wanita bersama Sumiati yang dinikahi siri ayahnya di Arab Saudi. 

"Abah saya sedang bersama Sumiati, warga Sampang, yang dinikahi siri di Arab. Tetapi sampai sekarang tidak tahu keberadaannya," tambahnya.

Zaini dituduh membunuh majikan pada tahun 2004. Empat tahun kemudian, dia divonis mati. Menurut Kemlu, eksekusi mati dilakukan saat Zaini mengajukan PK kedua. 

Atas peristiwa ini, Pemerintah RI melakukan protes, dan memanggil Dubes Arab Saudi di Jakarta.